Pencarian

Bupati Kotim Tambah Personel Satgas Karhutla dari 78 Jadi 150 Orang, 203 Kejadian Hanguskan 373 Hektare Lahan

Minggu, 09 Agustus 2026 • 22:29:01 WIB
Bupati Kotim Tambah Personel Satgas Karhutla dari 78 Jadi 150 Orang, 203 Kejadian Hanguskan 373 Hektare Lahan
Personel Satgas Karhutla Kotim berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Sampit, Minggu (9/8).

SAMPIT — Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kotawaringin Timur wajib mengirimkan minimal satu personel untuk bergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Langkah ini merupakan instruksi langsung Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan, Sabtu (8/8).

Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, menyampaikan penambahan ini dilakukan karena kejadian kebakaran terjadi hampir bersamaan di sejumlah lokasi. Personel tambahan akan ditempatkan secara bergantian maupun menetap sesuai tingkat kebutuhan di lapangan.

"Semua OPD wajib terlibat dalam penanganan karhutla sehingga personel lapangan yang sebelumnya 78 orang ditambah menjadi sekitar 150 orang mulai Senin depan," kata Rihel di Sampit, Minggu.

Perlengkapan Pemadaman Kurang, Sumber Air Sulit

Selain menambah personel, Bupati Kotim meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menambah unit armada. Saat ini baru ada sekitar 15 unit yang beroperasi, jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah yang harus ditangani.

"Beliau juga minta agar unit ditambah lagi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, plus personel jadi satu regunya," imbuh Rihel.

Di lapangan, petugas menghadapi kendala ganda. Kabut asap pekat mengurangi jarak pandang sekaligus mengganggu pernapasan, sementara sumber air di lokasi kebakaran sangat terbatas. Kondisi ini memaksa petugas menerapkan pola kerja bergantian karena tidak bisa bertahan lama di titik api.

"Karena asap dan arah angin membuat teman-teman sesak napas. Jadi tidak lama untuk menyiram, kemudian kembali lagi dan berganti dengan personel lainnya," tutur Rihel.

Kesehatan Personel Jadi Prioritas di Tengah Kabut Asap

Risiko kesehatan petugas menjadi perhatian serius Satgas Karhutla Kotim. Rencananya, pemeriksaan kesehatan berkala akan dilakukan terhadap personel yang terlibat langsung dalam operasi pemadaman.

Hal ini sesuai instruksi bupati agar petugas yang bekerja berjam-jam di tengah panas dan asap tetap dipantau kondisinya. "Personel juga wajib cukup makan dan minum, jangan sampai kelaparan di lapangan," tambah Rihel.

Kota Besi Catat 241 Titik Panas, Terbanyak di Kotim

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga 8 Agustus 2026 mencatat akumulasi hotspot mencapai 1.257 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 241 titik.

Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mencatat luasan lahan terbakar terbesar, lebih dari 92 hektare. Banyaknya titik panas ini menjadi indikator perlunya penanganan dini agar kebakaran tidak meluas ke area yang lebih besar.

Penambahan personel dan peralatan diharapkan mempercepat respons ketika laporan kebakaran diterima. Dengan kekuatan yang lebih besar, upaya pemadaman bisa dilakukan sebelum api membesar dan berdampak lebih luas pada permukiman warga.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks