Pencarian

Bulog Bangun Gudang Rp Miliaran di Kepulauan Meranti, Target Serap Panen Petani Sagu dan Kelapa

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 10:33:31 WIB
Bulog Bangun Gudang Rp Miliaran di Kepulauan Meranti, Target Serap Panen Petani Sagu dan Kelapa
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Perum Bulog menyepakati percepatan pembangunan gudang pangan di Jalan Lingkar Dorak, Selatpanjang, untuk menyerap hasil panen petani sagu dan kelapa.

KALIMANTAN TENGAH — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Perum Bulog sepakat mempercepat realisasi pembangunan gudang pangan di Jalan Lingkar Dorak, Selatpanjang. Kesepakatan itu mengemuka dalam audiensi di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026), yang dipimpin langsung Bupati Asmar bersama Ketua DPRD H. Khalid Ali dan jajaran kepala dinas terkait.

Wakil Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, menyatakan pihaknya akan memaksimalkan lahan hibah yang disiapkan pemkab. "Lahan yang telah disiapkan akan kami maksimalkan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menekan Biaya Logistik Antar-Pulau

Keberadaan gudang ini bukan sekadar tempat penyimpanan. Marga menegaskan fasilitas tersebut akan menjadi pusat penyerapan hasil panen petani lokal, sekaligus menekan susut hasil (loss) dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani. "Dukungan lintas sektor, mulai dari perizinan hingga tata ruang, menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan," katanya.

Meranti selama ini bergantung pada gudang Bulog di Bengkalis dan Siak untuk distribusi beras SPHP dan Minyakita. Kondisi geografis berupa 12 pulau kecil membuat biaya distribusi antar-pulau membengkak. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025 dari Badan Pangan Nasional, indeks keterjangkauan pangan Meranti menjadi yang terendah di Provinsi Riau dan berada di peringkat 428 nasional.

Potensi Sagu Terbesar dan Komoditas Unggulan

Di balik tantangan itu, Meranti menyimpan potensi besar. Daerah ini merupakan penghasil sagu terbesar di Indonesia. Selain itu, ada kelapa, karet, kopi, pinang, hingga budidaya kakap putih yang selama ini belum terkelola optimal karena keterbatasan infrastruktur pascapanen.

Bupati Asmar menegaskan pembangunan gudang menjadi kebutuhan mendesak, terutama karena posisi Meranti berada di kawasan Segitiga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT). "Meranti masih menghadapi tantangan angka kemiskinan 20,51 persen, keterbatasan transportasi, dan ketergantungan pasokan dari luar," jelasnya.

Lahan di Jalan Lingkar Dorak yang dihibahkan pemkab telah sesuai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Selatpanjang 2025–2044, dengan peruntukan kawasan transportasi dan pergudangan. Ini merupakan tindak lanjut nota kesepakatan yang diteken di Pekanbaru pada 15 Desember 2025 dan diperkuat di Batam pada 6 Februari 2026.

Dukungan DPRD dan Target Serapan Panen

Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, menyatakan dukungan penuh. Ia menilai gudang ini akan memperkuat cadangan pangan daerah, mengendalikan inflasi, dan mengurangi risiko kelangkaan bahan pokok. "Mendukung stabilitas rantai pasok komoditas unggulan daerah," sebutnya.

Audiensi ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol sinergi. Dengan target realisasi yang dipercepat, gudang ini diharapkan menjadi infrastruktur kunci yang menghubungkan hasil bumi Meranti ke pasar yang lebih luas, sekaligus menekan harga pangan yang selama ini lebih mahal dibanding daerah daratan Riau.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: riausky.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks