KALIMANTAN TENGAH — Desakan ini disampaikan Daniel Johan di tengah meluasnya area terdampak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menurutnya, karakteristik medan di kawasan konservasi yang berbukit dan bertebing curam menjadi kendala utama bagi petugas pemadam di lapangan.
"Saya prihatin dengan karhutla di Gunung Bromo. Sudah saatnya teknologi dimanfaatkan secara optimal," ujar Daniel Johan dalam keterangan resminya, kemarin.
Daniel menjelaskan, upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan selama ini kerap terkendala aksesibilitas. Tim gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, dan Polri harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai lokasi titik api, sementara embusan angin kencang membuat api cepat merambat ke area lain.
Padahal, kata dia, teknologi drone dengan kemampuan menyemprotkan air atau cairan pemadam (water bombing) telah terbukti efektif di berbagai negara. Penggunaan pesawat nirawak dinilai lebih presisi menjangkau titik api dibandingkan helikopter yang biaya operasionalnya jauh lebih besar.
Politisi asal Jawa Timur itu menyebutkan, koordinasi lintas instansi harus diperkuat agar pengiriman bantuan teknologi tidak tersendat birokrasi. Dia meminta BNPB tidak ragu menetapkan status penanganan darurat jika luasan karhutla terus bertambah.
Daniel menambahkan, langkah ini penting dilakukan sebelum kabut asap tebal mengganggu aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Abdul Rachman Saleh dan kesehatan warga di kawasan Probolinggo serta Malang.
Desakan ini muncul di tengah catatan evaluasi penanganan karhutla Bromo pada tahun sebelumnya. Pada September 2023 lalu, kebakaran di kawasan yang sama sempat melalap area seluas puluhan hektare dan memaksa jalur pendakian ditutup total selama berminggu-minggu.
Insiden tersebut dipicu oleh percikan api dari flare yang digunakan pengunjung untuk berfoto. Kerugian ekologis yang ditimbulkan dinilai sangat besar karena merusak vegetasi endemik dan mengganggu habitat satwa liar di dalam kawasan konservasi.
Daniel berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia meminta pengelola TNBTS memperketat pengawasan aktivitas wisatawan sekaligus menyiapkan skema pencegahan yang lebih modern menghadapi musim kemarau tahun ini.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara lama. Teknologi drone adalah jawaban atas keterbatasan kita," tegasnya.