KALIMANTAN TENGAH — Penguatan indeks dalam periode 3-7 Agustus 2026 ini berbanding terbalik dengan posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.236,126. Data BEI menunjukkan rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 27,62% menjadi 2,32 juta kali transaksi, meskipun rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi tipis 0,38% menjadi Rp15,38 triliun.
Volume perdagangan yang membludak menjadi sinyal utama berubahnya sentimen pelaku pasar. Rata-rata volume transaksi harian melesat ke 39,95 miliar saham, naik signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Dari sisi investor asing, tercatat aksi beli bersih (net buy) senilai Rp1,24 triliun pada perdagangan Jumat (7/8). Meski demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2026, asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) yang cukup dalam, yakni Rp71,29 triliun.
Sejalan dengan penguatan indeks, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan harga yang tajam. Berikut tiga besar top gainers yang memimpin pergerakan pasar pekan ini:
Kenaikan harga saham-saham tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap prospek emiten di tengah momentum penguatan indeks secara keseluruhan.
Di tengah fluktuasi pasar, jumlah investor pasar modal Indonesia justru menunjukkan pertumbuhan eksponensial. BEI mencatat total investor telah menembus angka 30.274.265 Single Investor Identification (SID) per pekan ini.
Angka tersebut meningkat 48,78% secara year to date (ytd), dengan tambahan 9.926.440 SID baru sepanjang tahun berjalan. Pertumbuhan jumlah investor ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar keuangan meskipun indeks masih berada di bawah level psikologis 7.000.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya pada Sabtu (8/8/2026), menegaskan bahwa penguatan IHSG dan peningkatan kapitalisasi pasar terjadi secara bersamaan. "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat 2,78% sehingga ditutup pada level 6.409,654 dari posisi 6.236,126 pada pekan sebelumnya," jelasnya.
Pergerakan indeks pekan depan akan bergantung pada sentimen global dan aksi lanjutan investor asing, mengingat tekanan jual asing secara akumulatif masih mendominasi sepanjang tahun ini.