Pemprov Kalteng Hibahkan 1.237 Perangkat Starlink ke 12 Kabupaten/Kota, Fokus untuk Sekolah dan Puskesmas di Daerah Blank Spot

Penulis: Joko Purnomo  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:16:31 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah menyerahkan 1.237 unit perangkat Starlink untuk sekolah dan puskesmas di 12 kabupaten/kota.

PALANGKA RAYA — Sebanyak 1.237 unit perangkat Starlink resmi dibagikan Pemprov Kalimantan Tengah untuk mempercepat transformasi digital di desa-desa terpencil. Kabupaten Katingan menjadi penerima terbanyak dengan 287 unit, disusul Kotawaringin Barat 176 unit dan Seruyan 131 unit.

Penyerahan simbolis dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran pada Rapat Koordinasi Desa (Rakordes) se-Kalteng di Palangka Raya. Bantuan ini menyasar operasional SD, SMP, dan Puskesmas yang selama ini kesulitan mengakses jaringan internet.

Prioritas untuk Pendidikan dan Layanan Kesehatan Desa

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa hibah ini bukan sekadar menyediakan jaringan, melainkan membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

"Dengan konektivitas yang semakin baik, kita ingin memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal dalam transformasi digital," tegasnya dalam sambutan yang dikutip Kamis (6/8/2026).

Perangkat tersebut akan dimanfaatkan untuk mendigitalisasi pembelajaran di sekolah, meningkatkan kualitas layanan puskesmas, serta memperkuat administrasi pemerintahan desa. Akses internet yang stabil juga diharapkan mendorong UMKM lokal memasarkan produk unggulan secara daring.

  • Kabupaten Katingan: 287 unit
  • Kabupaten Kotawaringin Barat: 176 unit
  • Kabupaten Seruyan: 131 unit
  • Kabupaten Murung Raya: 104 unit
  • Kabupaten Barito Selatan: 93 unit
  • Kabupaten Pulang Pisau: 87 unit
  • Kabupaten Kotawaringin Timur: 83 unit
  • Kabupaten Sukamara: 73 unit
  • Kabupaten Gunung Mas: 72 unit
  • Kabupaten Barito Timur: 70 unit
  • Kabupaten Kapuas: 47 unit
  • Kota Palangka Raya: 14 unit

Jaringan Satelit Jadi Solusi Wilayah Blank Spot

Kehadiran internet berbasis satelit dinilai tepat untuk mengatasi daerah blank spot di Kalteng yang topografinya sulit dijangkau jaringan serat optik. Teknologi ini tidak membutuhkan pembangunan menara fisik yang memakan waktu lama.

Gubernur berharap perangkat ini dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa, bukan sekadar dipasang lalu dibiarkan. "Jadikan internet sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, sekaligus mendorong lahirnya inovasi," tambah Agustiar Sabran.

Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Kalteng memastikan pemerataan pembangunan tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur digital hingga ke pelosok.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: 1tulah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top