Pencarian

DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat Kotim, Kepala Sekolah Beberkan Kekurangan Wali Asuh hingga Guru Seni Budaya

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 20:16:31 WIB
DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat Kotim, Kepala Sekolah Beberkan Kekurangan Wali Asuh hingga Guru Seni Budaya
Anggota DPR RI Iwan Kurniawan meninjau Sekolah Rakyat Kotim didampingi anggota DPRD Kotim.

SAMPIT — Kunjungan Iwan Kurniawan ke Sekolah Rakyat Kotim didampingi anggota DPRD Kotim Akhyannoor dan Andi Lala. Rombongan disambut antusias anak-anak yang tampak senang bertemu para wakil rakyat.

Iwan menyebut kunjungan ini sebagai kesempatan melihat bagaimana siswa menjalani kehidupan dan pendidikan di asrama. Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tinggal selama 24 jam dengan berbagai aktivitas terjadwal.

"Kita melihat mereka nampak senang dan semangat bertemu teman, bermain dan belajar di sini. Mereka terlihat sangat antusias dan memiliki keyakinan untuk menjadi orang sukses di masa depan," ujarnya.

Pendidikan Dinilai Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Menurut Iwan, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan punya kesempatan sama meraih masa depan lebih baik melalui pendidikan yang layak.

Dia menilai kemiskinan bukan hanya soal keterbatasan ekonomi, tetapi juga menyangkut persoalan akhlak dan moral. Karena itu, pendidikan harus membentuk generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter.

Program Sekolah Rakyat sendiri diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh kebutuhan pendidikan dan kehidupan siswa ditanggung pemerintah, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Wali Asrama Terpenuhi, Wali Asuh Masih Kurang

Kepala Sekolah Rakyat Kotim Nikkon Bhastari menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian anggota DPR RI terhadap keberlangsungan pendidikan di sekolah tersebut. Dia lantas membeberkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi.

Salah satunya keterbatasan tenaga pendukung maupun tenaga pendidik. Kebutuhan tenaga medis seperti dokter dan perawat juga diharapkan menjadi perhatian agar pelayanan kesehatan bagi siswa di asrama terpenuhi.

"Kalau wali asrama sekarang sudah terpenuhi, tetapi kami masih kekurangan wali asuh," ungkapnya.

Guru Agama hingga Olahraga Belum Sepenuhnya Terpenuhi

Kebutuhan guru juga belum sepenuhnya terpenuhi. Di antaranya guru agama yang sedang dalam proses perekrutan, guru seni budaya untuk jenjang SD, SMP dan SMA, guru IPA dan IPS untuk SMP, serta guru olahraga untuk SD dan SMP.

"Hal-hal tersebut yang kami sampaikan kepada DPR RI agar bisa menjadi perhatian. Karena kegiatan anak-anak di sini berlangsung selama 24 jam, sehingga dukungan tenaga pendidik dan tenaga pendukung lainnya sangat diperlukan," jelasnya.

Nikkon berharap proses pemenuhan tenaga pendidik segera terealisasi melalui mekanisme perekrutan yang disiapkan pemerintah, termasuk peluang melalui jalur PPPK sesuai jadwal yang ditetapkan.

Harapan agar Anak Desil Sasaran Kotim Belum Terfasilitasi

Perhatian terhadap Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menyangkut fasilitas dan tenaga pendidik. Nikkon juga meminta perluasan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kotim yang ingin mengenyam pendidikan melalui program tersebut.

Masih ada anak-anak yang masuk kelompok desil sasaran, tetapi belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Harapan kami anak-anak warga Kotim yang masuk dalam desil sasaran dan ingin sekolah, tetapi belum masuk Sekolah Rakyat, juga mendapat perhatian. Semoga program ini bisa memfasilitasi mereka," pungkasnya.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks