Pencarian

Eddie Hearn Diprediksi Perbesar Pengaruh di Premiership Rugby Usai Bertemu Petinggi Liga

Jumat, 30 Oktober 2026 • 15:22:01 WIB
Eddie Hearn Diprediksi Perbesar Pengaruh di Premiership Rugby Usai Bertemu Petinggi Liga
Eddie Hearn bertemu petinggi Premiership Rugby di Monaco untuk membahas kerja sama komersial.

KALIMANTAN TENGAH — Eddie Hearn disebut bakal memperbesar pengaruhnya di Premiership Rugby setelah bertemu petinggi liga di Monaco pekan lalu. Promotor tinju yang menaungi Finn Russell dan Henry Pollock itu dinilai bisa mendorong pertumbuhan komersial kompetisi, bukan menjadi pengganggu.

Petinggi Premiership Rugby Simon Massie-Taylor menyebut Matchroom Sport, perusahaan milik Hearn, akan menjadi kekuatan positif bagi liga. Pertemuan di Monaco menjadi sinyal bahwa kerja sama antara promotor kelas dunia dan rugby union Inggris bakal memasuki tahap baru.

Finn Russell dan Henry Pollock Jadi Pintu Masuk Matchroom ke Rugby

Hearn tidak datang tanpa bekal. Matchroom Sport telah menandatangani dua nama besar rugby Inggris, Finn Russell dan Henry Pollock, ke dalam daftar atlet yang mereka kelola.

Langkah itu disebut Massie-Taylor sebagai awal dari ambisi yang lebih luas. Ia memperkirakan Matchroom akan merekrut lebih banyak bintang Premiership ke depannya.

"Saya memperkirakan dia akan merepresentasikan lebih banyak bintang top di Premiership," kata Massie-Taylor seperti dikutip dari pernyataannya.

Ambisi Hearn: Bukan Membeli Klub, tapi Menggarap Event dan Komersial

Massie-Taylor menegaskan Hearn tidak berniat membeli klub rugby. Fokus promotor asal Inggris itu lebih pada pengembangan event, laga-laga besar, hingga peluang komersial yang melibatkan para pemain lintas liga.

"Saya rasa ambisinya melampaui sekadar merepresentasikan atlet top," ujar Massie-Taylor.

Hearn sendiri sebelumnya pernah menyatakan keinginan "menggenjot" profil rugby union dan para pemainnya. Ia bahkan menyebut transformasi olahraga itu sebagai hal yang mudah dilakukan.

Laporan Keuangan: 10 Klub Lolos Standar, Kerugian Diproyeksi Turun

Pernyataan Massie-Taylor muncul bersamaan dengan rilis laporan pemantauan keuangan tahunan kedua Premiership. Hasilnya, seluruh 10 klub dinyatakan lolos standar finansial untuk musim 2026/2027.

Pendapatan liga meningkat dan kerugian klub diproyeksikan berkurang 26,7 juta poundsterling. Newcastle Red Bulls, Exeter Chiefs, dan Bath Rugby tercatat mendapat investasi eksternal besar dalam 12 bulan terakhir.

  • Seluruh 10 klub lolos standar finansial musim 2026/2027
  • Kerugian klub diproyeksi turun 26,7 juta poundsterling
  • Saracens dan Sale mencatat kerugian terbesar
  • Belum ada klub yang mencetak laba

"Dalam lima tahun ke depan kami memperkirakan sebagian besar klub akan masuk ke jalur profit," kata Massie-Taylor.

Premiership Bidik 12 Tim pada 2030/31, Pintu untuk Klub Wales Masih Terbuka

Laporan yang sama menegaskan rencana Premiership menambah peserta dari 10 menjadi 12 tim pada musim 2030/31. Pendaftaran minat bakal dituntaskan dalam beberapa bulan ke depan.

Calon peserta wajib bermain minimal satu musim di kompetisi kasta kedua, Championship, dan menyiapkan dana besar untuk membeli "P-Share" yang nilainya diperkirakan sekitar 20 juta poundsterling.

Welsh Rugby Union dikabarkan telah mendekati Premiership soal kemungkinan klub Wales bergabung membentuk liga Anglo-Welsh. Massie-Taylor tidak menutup pintu, tetapi menegaskan prioritas tetap pengembangan klub di sistem Inggris.

"Asumsi saat kami menyusun Project Forge adalah kami mengembangkan klub Inggris," ujarnya. Ia menyebut klub di Championship, klub di luar Championship, hingga klub lama seperti Wasps atau London Irish yang bangkit kembali sebagai fokus pengembangan.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks