Pencarian

112 Mahasiswa STIE Sampit Diwisuda, Lulusan Diminta Jaga Integritas di Era AI

Jumat, 30 Oktober 2026 • 07:47:31 WIB
112 Mahasiswa STIE Sampit Diwisuda, Lulusan Diminta Jaga Integritas di Era AI
Prosesi wisuda ke-29 STIE Sampit diikuti 112 mahasiswa dari dua program studi.

SAMPIT — Wisuda ke-29 STIE Sampit mengangkat orasi ilmiah berjudul "Menjadi Manusia yang Tidak Tergantikan di Era Kecerdasan Buatan". Wakil Ketua I STIE Sampit Ahmad Rudini menyampaikan orasi itu di hadapan para lulusan dan tamu undangan.

Rudini menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia mengabaikan nilai-nilai dasar kemanusiaan. Menurutnya, AI memang mampu memproses data dan menghasilkan informasi dengan cepat, tetapi etika, kepemimpinan, empati, dan tanggung jawab tetap melekat pada manusia.

Mengapa Integritas Jadi Kunci di Tengah Gempuran AI

Dalam pandangan Rudini, kecerdasan buatan tidak bisa menggantikan kejujuran dan tanggung jawab seseorang. Pengetahuan membuat orang dipercaya mengerjakan sesuatu, sementara integritas membuatnya dipercaya memegang tanggung jawab.

"Pengetahuan membuat seseorang dipercaya untuk mengerjakan sesuatu, tetapi integritas membuat seseorang dipercaya untuk memegang tanggung jawab. AI mungkin bisa menjawab banyak hal, tetapi nilai kemanusiaan, etika, dan kejujuran tetap milik manusia," tegas Rudini.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar atau lifelong learning. Kemampuan beradaptasi dinilainya penting agar lulusan bisa mengikuti perubahan teknologi tanpa kehilangan prinsip dalam mengambil keputusan.

Pesan Ketua STIE Sampit: Jangan Berhenti Setelah Ijazah Dipegang

Ketua STIE Sampit Seanawati Oetama meminta para wisudawan tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah memperoleh ijazah. Dunia kerja, katanya, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, kritis, jujur, dan beretika.

"Jadilah wisudawan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif dan kritis. Bangun integritas, karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang pintar, melainkan orang yang jujur dan beretika," tutur Seanawati.

Dorongan Pemkab Kotim: Lulusan Diminta Ciptakan Lapangan Kerja

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap lulusan STIE Sampit memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung perekonomian daerah. Harapan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Harry Ramadhani saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kotim Halikinnor.

Pemkab Kotim mendorong para alumni memanfaatkan teknologi digital dan perdagangan elektronik (e-commerce) untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lulusan perguruan tinggi juga diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

Menurut Harry, alumni didorong mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan begitu, keberadaan lulusan perguruan tinggi diharapkan memberi dampak langsung bagi perekonomian Kotim.

Wisuda ke-29 STIE Sampit menutup proses akademik 112 mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di dua program studi tersebut.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks