PALANGKA RAYA — Sebanyak 160 magister baru resmi dikukuhkan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) melalui Yudisium Program Pascasarjana Tahap III Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kampus 3 UMPR. Mereka berasal dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari aparatur pemerintahan, anggota kepolisian, pelaku UMKM, hingga praktisi hukum dan politik.
Rektor UMPR, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab besar bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmunya di tengah masyarakat.
Gelar Magister Bukan Garis Akhir, tapi Awal Tanggung Jawab
Yusuf mengingatkan bahwa capaian akademik yang diraih para lulusan harus diimplementasikan dalam bidang tugas masing-masing. Menurutnya, gelar magister yang baru disandang bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan titik tolak untuk memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kalimantan Tengah.
"Gelar magister bukan garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, saya berharap seluruh lulusan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengimplementasikan ilmu, konsep, dan hasil kajian akademik dalam bidang tugas masing-masing," kata Yusuf di Palangka Raya, Jumat.
Hakikat Pendidikan Magister: Teori Harus Diaktualisasikan
Lebih lanjut, Rektor UMPR menekankan bahwa pendidikan pascasarjana tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga pemahaman akan nilai aksiologi ilmu pengetahuan. Konsep-konsep yang dipelajari di ruang kuliah, kata dia, harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang ada di daerah.
"Hakikat pendidikan magister tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memahami nilai aksiologi ilmu pengetahuan. Konsep-konsep yang dipelajari di ruang kuliah harus diterapkan dalam pekerjaan dan pengabdian sehingga mampu mendorong kemajuan Kalimantan Tengah," ujarnya.
Yudisium tersebut turut dihadiri Bupati Lamandau Dr Rizky Aditya Putra SE MM, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah Prof Dr Ahmad Syar'i MPd, serta Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Tengah Dr Sanawiah SAg MH. Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Bupati Lamandau Beri Orasi Ilmiah untuk Bekal Kepemimpinan
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamandau Dr Rizky Aditya Putra menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para peserta yudisium. Materi yang disampaikan difokuskan pada bekal kepemimpinan dan motivasi bagi para lulusan dalam menghadapi tantangan pembangunan di daerah masing-masing.
Acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa Program Magister Administrasi Publik. Para lulusan dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu (1/8/2026).