PALANGKA RAYA — Kawasan Smart Greenhouse milik Dinas TPHP Kalteng di UPT BPMPPHMT, Jl. Tjilik Riwut Km. 38, mulai menunjukkan hasil nyata. Dari lahan seluas 500 meter persegi, panen perdana melon hidroponik menghasilkan produksi sekitar 1,1 ton dari 880 batang tanaman, sekaligus menandai keberhasilan uji coba budidaya berbasis teknologi di Kalimantan Tengah.
Kegiatan panen ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, serta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Keduanya meninjau proses pemanenan yang berlangsung di Smart Greenhouse II pada akhir pekan kemarin.
Dinas TPHP tidak hanya menanam satu jenis melon. Ada enam varietas unggulan yang tengah dikembangkan, masing-masing dengan karakteristik rasa dan tekstur berbeda. Varietas tersebut meliputi Kansen (Legi Hami), Dalmesion, Honey Ground, Validas (Hami), Hamichi (Sweet Hami), dan Sweet Net 9 (Legi Songo).
Rendy Lesmana menyebut pengembangan kawasan ini akan terus dilakukan secara bertahap. Saat ini, Smart Greenhouse III juga telah memasuki fase budidaya dan dijadwalkan panen pada akhir Agustus 2026.
"Melalui Smart Greenhouse, kami ingin menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya mampu menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas, lebih efisien, dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, model seperti ini dapat direplikasi oleh kelompok tani maupun masyarakat sesuai potensi yang dimiliki," ungkap Rendy Lesmana dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dalam panen ini bukan sekadar seremonial. Ia menilai budidaya pertanian di lahan produktif merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga.
Aisyah menekankan bahwa Gerakan PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan keluarga memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Menurutnya, optimalisasi pekarangan melalui pertanian sederhana bisa melahirkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.
"Optimalisasi pekarangan melalui kegiatan pertanian sederhana diyakini dapat melahirkan keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan produktif, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Aisyah di lokasi panen.
Seluruh program TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah ke depan akan disinergikan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Program ini juga mendukung visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, "Kalteng BERKAH, Kalteng Maju."
Kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat penurunan stunting, serta mengembangkan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut, Wakil Ketua sekaligus Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari. Sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng juga hadir dalam panen melon tersebut.