KALIMANTAN TENGAH — Bocoran spesifikasi yang beredar dari sertifikasi EEC dan catatan regulasi Tiongkok menunjukkan lompatan besar dari generasi sebelumnya. Fokus utama Xiaomi kali ini bukan sekadar menambah megapiksel, tapi menghadirkan konfigurasi kamera ganda 200MP yang belum umum di kelas flagship—serta kapasitas baterai yang menembus angka 7.000 mAh.
Informasi dari leaker Kartikey Singh menyebut Xiaomi 18 Pro akan membawa kamera utama 200MP yang dipasangkan dengan kamera telefoto makro 200MP. Keduanya disebut menggunakan sensor besar untuk detail gambar yang lebih kaya.
Menariknya, varian Pro Max diprediksi mewarisi konfigurasi kamera yang sama persis. Pembeda utamanya justru di sektor multimedia: speaker lebih bertenaga dan motor getar lebih besar untuk pengalaman imersif. Ini pola yang jarang terjadi—biasanya varian tertinggi mendapat peningkatan kamera, bukan sekadar audio dan haptics.
Xiaomi 18 Pro dirumorkan membawa baterai minimal 7.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 100W dan nirkabel 50W. Varian Pro Max bahkan disebut bisa menyentuh kapasitas 8.000 mAh.
Keduanya akan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang dibangun dengan arsitektur 2nm. Peningkatannya disebut signifikan di sektor performa grafis, manajemen termal, dan kemampuan AI—bukan sekadar angka benchmark yang lebih tinggi.
Catatan penting: bocoran ini masih berasal dari rumor dan sertifikasi, belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi soal kapasitas baterai final dan teknologi pengisiannya.
Keputusan paling menarik justru dari sisi strategi pasar. Xiaomi 17 Pro Max sebelumnya hanya tersedia di Tiongkok. Untuk seri 18, sertifikasi EEC mengonfirmasi kedua model akan hadir di Eropa, Turki, Rusia, Taiwan, dan Jepang.
Ini perubahan signifikan. Xiaomi tampaknya ingin menjadikan lini Pro Max sebagai produk global, bukan lagi eksklusif domestik. Konsekuensinya, harga akan menjadi isu sensitif—terutama di pasar yang sudah jenuh dengan flagship Samsung dan Apple.
Kartikey Singh memprediksi harga Xiaomi 18 Pro Max akan sejalan dengan Xiaomi 17 Ultra, didorong kenaikan biaya chip dan memori. Perkiraan di AS sekitar $899, sementara di India untuk varian tertinggi sekitar ?89.990.
Dengan kurs saat ini, $899 setara sekitar Rp 14,4 juta—belum termasuk pajak dan margin distributor Indonesia. Jika masuk resmi, angka tersebut bisa melonjak ke kisaran Rp 16-17 juta. Ini menempatkannya tepat di zona harga Galaxy S26 Ultra dan iPhone 18 Pro Max.
Seri 18 Pro dan 18 Pro Max berpotensi menjadi flagship paling agresif dari Xiaomi dalam dua tahun terakhir. Kombinasi dua kamera 200MP, baterai di atas 7.000 mAh, dan chip 2nm adalah paket yang sulit ditandingi di atas kertas.
Tapi keputusan pembelian tetap harus menunggu review unit retail. Bocoran spesifikasi tidak pernah menjamin kualitas hasil foto, efisiensi daya real-world, atau pengalaman software harian. Untuk sekarang, catat tanggal September 2026—dan siapkan dana lebih dari Rp 15 juta jika serius mengincar salah satu model ini.