KALIMANTAN TENGAH — Kecelakaan yang menimpa Nirmal Purja terjadi saat ia tengah melakukan ekspedisi di Broad Peak, salah satu gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.051 meter di atas permukaan laut. Peristiwa tragis ini tidak hanya mengguncang komunitas pendaki global, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi para pengagumnya di Indonesia, salah satunya Hamish Daud.
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Minggu (2/8/2026), Hamish Daud menyampaikan belasungkawa yang menyentuh hati. Dalam keterangannya, suami dari penyanyi Raisa itu menuliskan rasa sedihnya atas kehilangan besar di dunia pendakian.
"Saddened to hear about the tragic loss of @nimsdai during a broad peak avalanche. Extending my deepest condolences to his family and friends & the climbing community," tulis Hamish Daud dalam unggahannya.
Tak hanya untuk keluarga Nirmal Purja, pria yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan alam terbuka ini juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap korban lain. "My heart also goes out to the other lives lost during this tragic incident," lanjutnya.
Nirmal Purja bukan nama sembarangan di industri mountaineering. Pria yang akrab disapa Nimsdai ini dikenal sebagai mantan anggota Gurkha dan pasukan khusus Inggris yang memecahkan rekor dunia dengan mendaki 14 puncak tertinggi di dunia (delapan ribu-an) hanya dalam waktu enam bulan dan enam hari pada 2019. Rekor tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang bertahan hampir delapan tahun.
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu pendaki paling berpengaruh dalam sejarah pendakian modern. Dedikasinya yang tinggi terhadap dunia pendakian membuat kabar kepergiannya menjadi pukulan berat bagi banyak pihak, termasuk para pendaki Indonesia yang kerap menjadikannya inspirasi.
Peristiwa longsoran salju yang menewaskan Nirmal Purja terjadi di Broad Peak, yang merupakan bagian dari pegunungan Karakoram di Pakistan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai jumlah korban jiwa lainnya dalam insiden tersebut. Namun, Hamish Daud dalam pernyataannya secara eksplisit menyebut adanya korban lain yang juga meninggal dalam tragedi ini.
Broad Peak sendiri dikenal sebagai salah satu gunung dengan tingkat kesulitan teknis yang tinggi. Kondisi cuaca yang ekstrem dan risiko longsor salju selalu menjadi ancaman nyata bagi para pendaki yang mencoba menaklukkan puncaknya, terutama pada musim pendakian.
Kepergian Nirmal Purja meninggalkan duka yang mendalam di hati komunitas pendaki dunia. Ia bukan hanya seorang atlet, tetapi juga seorang motivator yang membuktikan bahwa batas kemampuan manusia bisa didorong lebih jauh. Unggahan Hamish Daud pun menjadi salah satu representasi rasa kehilangan yang dirasakan banyak orang, khususnya mereka yang selama ini mengikuti perjalanan karier sang legenda.
Hingga artikel ini ditulis, pihak keluarga dan tim ekspedisi Nirmal Purja belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait proses evakuasi atau rencana pemulangan jenazah. Publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari otoritas setempat mengenai insiden longsor yang menimpa pendaki asal Nepal tersebut.