7 Aplikasi Pemblokir Aplikasi yang Membayar Anda untuk Jalan Kaki demi Kurangi Doomscrolling

Penulis: Gunawan Susilo  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:20:31 WIB
Pegawai menunjukkan aplikasi pemantau langkah pada ponselnya sebagai upaya mengurangi kebiasaan doomscrolling.

KALIMANTAN TENGAH — Kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti atau doomscrolling tidak hanya membuang waktu, tetapi juga berdampak buruk pada postur tubuh dan kesehatan mata. Para pengembang aplikasi pun berlomba menciptakan solusi yang memaksa pengguna bangkit dari sofa sebelum membuka Instagram atau TikTok.

Cara kerjanya bervariasi, mulai dari mengunci aplikasi hingga target langkah tercapai, sampai sistem hadiah yang menukar aktivitas fisik dengan durasi akses media sosial. Berikut tujuh aplikasi yang bisa membantu Anda memutus siklus tersebut.

Mengunci Aplikasi Sampai Target Langkah Tercapai

Aplikasi kategori ini bekerja dengan mengintegrasikan data kesehatan dari ponsel atau smartwatch. Jika target belum terpenuhi, aplikasi hiburan tetap terkunci.

WalkLock memanfaatkan integrasi Apple Health untuk membatasi akses ke aplikasi pilihan hingga target langkah harian tercapai. Aplikasi ini otomatis melacak pergerakan melalui data iPhone atau Apple Watch, dan menyediakan widget di layar kunci untuk memantau progres.

Untuk pengguna Android, Walkly menawarkan fungsi serupa. Aplikasi ini mengunci media sosial, game, dan aplikasi lain yang mengganggu sampai pengguna berjalan sesuai jumlah langkah yang ditentukan. Aktivitas fisik dipantau terus-menerus dan aplikasi terbuka otomatis saat target tercapai.

Menukar Langkah dengan Menit Menonton

Pendekatan berbeda datang dari Steppin, aplikasi buatan pendiri Kayak. Pengguna dapat menukar 100 langkah kaki dengan satu menit waktu menggulir layar. Target langkah untuk membuka aplikasi tertentu bisa diatur sendiri, termasuk untuk layanan streaming dan game mobile.

Sistem serupa dipakai StepBloc yang mengunci akses aplikasi hingga pengguna menyelesaikan latihan fisik tertentu seperti push-up, plank, atau squat dalam durasi yang ditentukan. Aplikasi ini cocok untuk menyelipkan olahraga singkat di sela aktivitas harian.

Target Harian dan Hadiah Uang Tunai

Digital Carrot menawarkan pendekatan lebih menyeluruh dengan memblokir aplikasi, situs web, dan game hingga target kebugaran, produktivitas, atau durasi layar terpenuhi. Aplikasi ini terhubung ke perangkat wearable seperti Apple Watch dan mendukung tantangan berbasis GPS. Pengguna bisa mengatur agar aplikasi terkunci sampai menyelesaikan latihan 60 menit di gym.

WeWard menggabungkan pemblokiran aplikasi dengan sistem insentif. Pengguna mengumpulkan "Wards", mata uang dalam aplikasi yang bisa ditukar dengan uang tunai, voucher, atau donasi. Fitur "Walking Mode" memungkinkan pembatasan akses aplikasi sampai target langkah yang ditentukan tercapai.

Sentuhan Unik: Memotret Rumput Asli

TouchGrass menghadirkan cara paling tidak biasa. Aplikasi ini memaksa pengguna keluar rumah dan memotret rumput asli untuk membuka aplikasi yang terkunci. Teknologi computer vision digunakan untuk memindai foto, dan hanya gambar rumput yang diterima—bukan pohon atau tanaman lain.

Versi gratis TouchGrass mengunci dua aplikasi. Untuk membatasi lebih banyak aplikasi, pengguna perlu berlangganan US$5,99 per bulan atau US$49,99 per tahun (sekitar Rp99 ribu atau Rp825 ribu).

Aplikasi untuk Membangun Kebiasaan Positif

MeBeMe mengambil pendekatan berbeda dengan tidak memblokir akses ponsel. Aplikasi ini mengirim notifikasi untuk menyelesaikan misi tertentu, seperti melakukan burpee, pemanasan tiga menit, atau terhubung dengan orang lain. Kategori "Body" di dalamnya mencakup tantangan khusus untuk atlet, penari, pesepeda, dan pelari. MeBeMe tersedia gratis untuk perangkat iOS.

Bagi pengguna yang baru memulai, aplikasi seperti WalkLock atau StepBloc bisa menjadi titik awal yang baik karena targetnya sederhana dan terukur. Sementara bagi yang butuh motivasi ekstra, sistem hadiah WeWard atau pendekatan unik TouchGrass layak dipertimbangkan. Pilihan terbaik tetap bergantung pada seberapa besar Anda ingin mengubah kebiasaan dan seberapa ketat kontrol yang dibutuhkan.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top