Stok Beras di Gudang Bulog Kalteng Tembus 5.000 Ton, Aman hingga Akhir Tahun 2026

Penulis: Joko Purnomo  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 16:44:31 WIB
Pekerja mengangkut beras program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di gudang Bulog Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).

PALANGKA RAYA — Di tengah musim kemarau yang kian terasa, Bulog Kalimantan Tengah memastikan pasokan beras di wilayahnya tetap aman. Stok yang tersimpan di gudang penyangga tercatat mencapai sekitar 5.000 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk mengamankan kebutuhan warga hingga penghujung tahun 2026.

Ketersediaan ini menjadi bantalan penting bagi ketahanan pangan daerah, terutama saat produksi petani lokal berpotensi terganggu akibat kekeringan. Dengan cadangan tersebut, Bulog Kalteng juga dapat mengantisipasi gejolak harga di pasar tradisional.

Stok Penyangga untuk Stabilisasi Harga

Selain untuk cadangan pangan, stok beras tersebut juga dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP). Melalui program ini, Bulog berperan aktif menjaga harga beras tetap terjangkau bagi konsumen sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang.

Terlihat aktivitas pekerja yang mengangkut beras SPHP di atas gerobak dorong di gudang Bulog Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026). Aktivitas ini menunjukkan distribusi beras berjalan normal dan tidak ada hambatan logistik.

Antisipasi Dampak Kemarau terhadap Produksi Lokal

Musim kemarau yang berkepanjangan kerap menjadi momok bagi sektor pertanian. Keterbatasan air irigasi dapat menurunkan produktivitas petani, yang pada akhirnya berimbas pada pasokan beras dari daerah sentra produksi.

Dengan adanya stok yang aman di gudang Bulog, pemerintah daerah memiliki ruang gerak untuk melakukan intervensi pasar apabila terjadi lonjakan harga. Langkah ini menjadi jaring pengaman bagi daya beli masyarakat di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Hingga saat ini, Bulog Kalteng memastikan tidak ada kendala berarti dalam pendistribusian beras ke sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Pihaknya juga terus memantau perkembangan cuaca dan harga pasar secara berkala.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top