Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Bantuan dipusatkan di Kelurahan Sawahan, disertai penyaluran bantuan tunai Program Kartu Huma Betang Sejahtera, masker, multivitamin, dan air bersih. Pemerintah provinsi juga menambah frekuensi bantuan tunai bagi keluarga penerima manfaat sebagai respons terhadap dampak karhutla.
SAMPIT — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan warga yang berhak menerima bantuan akan mendapatkan haknya, meski waktu penyaluran bisa berbeda karena sejumlah barang masih dalam proses pengemasan. Pernyataan itu disampaikan usai menyalurkan bantuan yang dipusatkan di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati dan Pj Sekda Kotim Diana Setiawan.
Penyaluran bantuan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kotim dan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Kalteng serta Kotim. Selain bantuan pangan, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan tunai Program Kartu Huma Betang Sejahtera, masker, multivitamin, dan air bersih.
Bantuan Tunai KHBS Ditambah untuk Keluarga Terdampak
Pemerintah provinsi menambah frekuensi bantuan tunai bagi keluarga penerima manfaat Program KHBS sebagai respons terhadap dampak karhutla. Nilai bantuan tunai yang disalurkan mencapai Rp250.000 untuk setiap keluarga penerima manfaat.
Gubernur meminta warga yang membutuhkan tetapi belum terdaftar sebagai penerima bantuan menyampaikan informasi melalui lurah, RT/RW, atau jalur pengaduan yang disediakan pemerintah.
"Kalau memang ada warga yang tidak mampu tetapi belum masuk KHBS, silakan informasikan kepada kami. Nanti ada tim yang melakukan verifikasi dan validasi. Jika memang layak, mereka akan mendapat bantuan pada tahap berikutnya," ujar Agustiar.
Masyarakat juga dipersilakan melaporkan penerima yang dinilai tidak memenuhi persyaratan. Pemerintah akan memeriksa sebelum menentukan kelayakan penerima dan mengambil tindakan terhadap bantuan yang tidak tepat sasaran.
1.000 Paket Pangan dan 3.063 KPM di Lima Kelurahan
Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menyampaikan bahwa selain 1.000 paket bantuan pangan dari gubernur, terdapat 3.063 keluarga penerima manfaat program KHBS yang tersebar di lima kelurahan. Pendataan dilakukan secara cermat agar penerima bantuan pangan tidak menerima bantuan ganda dari program KHBS.
"Sesuai arahan gubernur, penerima bantuan pangan dan KHBS tidak boleh ganda. Artinya, jika sudah menerima bantuan dari satu program, maka tidak menerima bantuan dari program lainnya," jelas Irpansyah.
Jutaan Liter Air Bersih Disalurkan ke Berbagai Wilayah
Dalam penanganan dampak kekeringan, pemerintah provinsi telah menyalurkan jutaan liter air bersih ke berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Agustiar menegaskan ketersediaan air bersih menjadi perhatian karena dampak kemarau dan karhutla mulai dirasakan masyarakat, termasuk laporan air yang berubah menjadi payau.
Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat terdampak karhutla. Bantuan pangan diharap memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan masker, vitamin, dan air bersih mendukung kesehatan warga selama kualitas udara memburuk.
"Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas, menurunkan kualitas udara dan mengancam kesehatan masyarakat," ujarnya.
Menurut Irawati, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa hingga masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar dampak kebakaran dapat ditekan dan aktivitas warga kembali berlangsung dengan aman.