Pemerintah Kota Palangka Raya menyerahkan 10 unit mesin pompa pemadam kepada kelompok Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) setempat untuk memperkuat respons terhadap kebakaran hutan dan lahan. Penyerahan sarana operasional itu dilakukan Wali Kota Fairid Naparin di Palangka Raya, Selasa. Langkah tersebut menyusul tingginya kejadian karhutla di wilayah ini sejak status Siaga Darurat ditetapkan.
PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota Palangka Raya menyerahkan bantuan 10 unit mesin pompa pemadam kepada kelompok Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) setempat. Wali Kota Fairid Naparin menyatakan dukungan sarana operasional itu sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan relawan menghadapi karhutla, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.
Menurut Fairid, peran relawan menjadi bagian dari kekuatan bersama untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran serta kabut asap.
"Peran relawan sangat penting dalam penanganan karhutla. Relawan menjadi bagian dari kekuatan bersama untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran serta kabut asap," katanya.
801 Kejadian Karhutla Tercatat Sejak Status Siaga Darurat
Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat 801 kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni hingga 5 Oktober 2026. Luas terdampak mencapai 1.390,02 hektare.
Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 488 kejadian. Disusul Kecamatan Sebangau 167 kejadian, Pahandut 71 kejadian, Bukit Batu 70 kejadian, dan Rakumpit lima kejadian.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sarana pemadaman hingga tingkat relawan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah api meluas.
Respons Titik Api di Kawasan Sulit Dijangkau Jadi Prioritas
Fairid berharap 10 unit mesin pompa yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan operasional relawan pemadam kebakaran. Terutama dalam merespons titik api yang berada di kawasan rawan dan sulit dijangkau.
"Pemkot Palangka Raya akan terus memprioritaskan dukungan operasional untuk kegiatan pemadaman. Kita ingin seluruh upaya penanganan karhutla dapat berjalan maksimal demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Ia menilai penanggulangan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi itu diperlukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi.
"Dengan tambahan sarana pemadam, pemerintah sempat kapasitas relawan pemadam kebakaran semakin kuat sehingga mampu memberikan respon lebih cepat di lapangan dan membantu melindungi masyarakat serta lingkungan Kota Palangka Raya dari dampak karhutla," katanya.
Fairid juga mengapresiasi dedikasi dan kepedulian para relawan yang selama ini turut membantu pemerintah dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran. Keberadaan Redkar dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat respons ketika terjadi kebakaran di lingkungan masyarakat maupun kawasan rawan karhutla.