Pencarian

Tol Jogja–Bawen Seksi 3 Dikebut, Rampung Juni 2028 Buka Akses Borobudur

Selasa, 06 Oktober 2026 • 15:22:32 WIB
Tol Jogja–Bawen Seksi 3 Dikebut, Rampung Juni 2028 Buka Akses Borobudur
Pekerjaan konstruksi Tol Jogja–Bawen Seksi 3 memasuki tahap olah tanah dan pembangunan struktur pendukung.

KALIMANTAN TENGAH — Konsorsium KSO PP–Waskita–WIKA menargetkan pembangunan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 selesai pada Juni 2028. Percepatan ini jadi bagian penguatan konektivitas kawasan Joglosemar sekaligus membuka jalur lebih cepat menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur.

Paragraf pembuka: Pekerjaan konstruksi di lapangan kini memasuki tahap olah tanah, mencakup galian, timbunan, serta pembangunan struktur pendukung seperti box culvert, box traffic, dan borepile untuk jembatan. Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Ngatemin menyatakan percepatan ditempuh lewat pemantauan produktivitas harian dan mingguan, terutama di area lintasan kritis.

Target Rampung dan Fokus Pekerjaan

Konsorsium pelaksana menetapkan Juni 2028 sebagai batas akhir seluruh pekerjaan konstruksi pada seksi tersebut. Pemantauan intensif diarahkan ke titik-titik yang paling menentukan jalannya proyek, sehingga setiap hambatan bisa segera diantisipasi sebelum berdampak ke jadwal.

Ngatemin berharap pembangunan tol ini memberi manfaat jangka panjang bagi warga, khususnya peningkatan konektivitas dan mobilitas. Akses wisatawan menuju kawasan Borobudur pun diharapkan lebih mudah, yang pada akhirnya menopang perekonomian masyarakat Magelang.

Menjaga Candi Borobudur di Tengah Proyek

Lokasi proyek yang berdekatan dengan kawasan cagar budaya Candi Borobudur membuat kontraktor menerapkan standar lingkungan lebih ketat. Pergerakan alat berat dikendalikan, begitu pula tingkat kebisingan, getaran, debu, dan pengelolaan limbah agar aktivitas warga serta kelestarian situs budaya tetap terjaga.

Pengetatan metode kerja juga berlaku pada pengerjaan struktur pile slab. Pengeboran dan pengecoran di area itu menghadapi tantangan teknis berupa kondisi tanah, tinggi muka air tanah, dan lalu lintas jalan nasional Magelang–Yogyakarta yang tetap beroperasi aktif.

Untuk menjaga keamanan jalan nasional, tim proyek melakukan pemantauan deformasi tanah secara presisi, verifikasi geoteknik, dan pengaturan lalu lintas secara berkala.

Efisiensi Material hingga Serapan Tenaga Kerja Lokal

Dari sisi teknis, proyek memanfaatkan efisiensi material dengan mengolah kembali tanah hasil galian sebagai material timbunan sesuai spesifikasi geoteknik. Metode ini dinilai mampu menekan volume mobilisasi armada berat sehingga mengurangi emisi karbon di sekitar jalur proyek.

Pengendalian mutu dijalankan melalui sistem digital berbasis Inspection and Test Plan (ITP) dan pemanfaatan teknologi survei untuk meminimalkan pengerjaan ulang atau rework.

Selain berdampak pada konektivitas, proyek infrastruktur ini menyerap tenaga kerja serta pemasok material lokal di wilayah Kabupaten Magelang yang memenuhi kualifikasi teknis dan keselamatan kerja. Keterlibatan rantai pasok lokal tersebut diharapkan mendongkrak perputaran ekonomi daerah selama masa konstruksi.

Penutup: Ngatemin menegaskan pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring pelestarian lingkungan, budaya, dan kepentingan masyarakat lokal, sehingga hasilnya tidak hanya berkualitas tetapi juga berkelanjutan. Bagi kawasan Joglosemar, rampungnya Seksi 3 pada 2028 menjadi salah satu kunci mempercepat arus orang dan barang di koridor Yogyakarta–Semarang.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks