PALANGKA RAYA — Ketua Pos Koordinasi (Poskor) Inayati Muharini menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang mendukung pengadaan oxycan, yakni LAZISMU Jawa Timur dan PT Samator Group. Bantuan tabung oksigen portabel tersebut diperuntukkan bagi relawan sebagai pertolongan pertama ketika mengalami keluhan akibat paparan asap atau kelelahan selama bertugas.
Pendistribusian 250 oxycan dilakukan ke sejumlah pos layanan MDMC di Kalteng. Pos Layanan MDMC Kota Palangka Raya menerima 75 tabung, disusul Pos Layanan MDMC Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 75 tabung. Pos Layanan MDMC Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Barat masing-masing menerima 50 tabung.
Rumah Oksigen Berdiri di Enam Titik
Manager Area LAZISMU Kalteng Kurniawan menyebut program Indonesia Siaga telah menjalankan sejumlah layanan pendukung penanganan karhutla. Layanan itu mencakup penerjunan relawan untuk pemadaman dan pendinginan, pendirian rumah oksigen, pembagian nutrisi, hingga penyaluran oxycan.
Rumah oksigen didirikan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Muara Teweh, Kasongan, dan Kotawaringin Barat. Kehadiran fasilitas itu menjadi titik pemulihan bagi relawan yang kelelahan setelah bertugas di lokasi kebakaran.
"Muhammadiyah hadir memberi untuk negeri, dengan program Indonesia Siaga melalui LAZISMU Kalteng, yang terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik sesama LAZISMU se-Indonesia maupun berbagai mitra, salah satunya PT Samator Group untuk memastikan bersama kita kuat dalam menghadapi bencana karhutla," kata Kurniawan.
Kabut Asap Masih Menyelimuti Kalteng
Karhutla masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan seiring musim kemarau berkepanjangan. Data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mencatat lebih dari 34 ribu titik panas dan sekitar 33.800 hektare lahan terbakar di Kalimantan sejak Januari hingga Juli 2026.
Di Kalteng, kabut asap masih terjadi dan meningkatkan risiko bagi relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Kondisi itu membuat ketersediaan tabung oksigen portabel menjadi kebutuhan mendesak di pos-pos layanan lapangan.
Inayati menyebut semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) menjadi penggerak kolaborasi lintas lembaga dalam merespons bencana. Ia berharap ikhtiar bersama tersebut memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama bagi relawan yang bertugas di lapangan.
"Semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) serta semangat terus bermanfaat memberi solusi di tengah bencana yang dihadapi, memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat terutama untuk para relawan di lapangan. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi ladang pahala serta membawa keberkahan bagi seluruh warga," ujarnya.