KALIMANTAN TENGAH — Sukma Lintang Cahyani, Alma Ariella, Putra Tri Ramadani, dan Raviandi Ramadhan memastikan tempat di babak final nomor lead Asian Games 2026. Keempatnya melewati semifinal di Portmesse Nagoya Exhibition I, Jepang, dan membuka peluang Indonesia menambah medali emas pada hari terakhir.
Babak semifinal nomor lead putri digelar lebih dulu pada Jumat (2/10). Sukma Lintang Cahyani menempati peringkat keenam, sementara Alma Ariella menyusul di posisi ketujuh dari 14 atlet yang bertanding.
Keduanya sama-sama terhenti pada posisi 39+ di papan panjat. Hasil itu cukup untuk membawa mereka ke final, meski bukan catatan terbaik di babak tersebut.
Ai Mori dan Chaehyun Seo Jadi Ancaman Terbesar di Final Putri
Pemanjat Jepang Ai Mori dan atlet Korea Selatan Chaehyun Seo tampil paling dominan di semifinal putri. Keduanya berhasil menyelesaikan papan panjat hingga mencapai posisi puncak.
Catatan itu membuat Mori dan Seo bakal menjadi pesaing utama Sukma dan Alma di final. Meski demikian, posisi keenam dan ketujuh bukan berarti peluang medali tertutup bagi Indonesia.
Format final nomor lead memberi ruang bagi perubahan besar. Atlet yang tampil konsisten di jalur panjang bisa menyalip pesaing yang unggul di semifinal.
Putra Tri Ramadani Tembus Tiga Besar Semifinal Putra
Pada nomor putra, Putra Tri Ramadani tampil lebih menjanjikan. Atlet yang akrab disapa Srondeng itu terhenti pada pegangan ke-36 dan menempati urutan ketiga semifinal.
Raviandi Ramadhan melengkapi tiket final Indonesia di posisi ketujuh. Ia mencapai pegangan ke-23 dari 14 peserta yang tampil.
Dua pemanjat Jepang, Neo Suzuki dan Satone Yoshida, menguasai semifinal putra. Suzuki mencapai pegangan ke-43, sedangkan Yoshida terhenti di posisi 39+.
Jadwal Final dan Peluang Emas Indonesia
Babak final nomor lead putra dan putri berlangsung di Portmesse Nagoya Exhibition I pada Sabtu (3/10). Ini menjadi kesempatan terakhir Indonesia menambah medali dari cabang panjat tebing di Asian Games 2026.
Empat wakil Indonesia di final membuat peluang meraih dua emas terbuka lebar. Nomor lead putra dan putri sama-sama menyisakan satu sesi penentuan yang bakal digelar berurutan.
Konsistensi di jalur final menjadi kunci. Kesalahan kecil pada pegangan awal bisa menggagalkan peluang, sementara atlet yang mampu membaca rute hingga puncak berpeluang besar naik podium.