KALIMANTAN TENGAH — Huawei menjadwalkan peluncuran Watch GT 7 dan Watch GT 7 Pro di Indonesia pada 7 Oktober 2026, membawa fitur Coronary Heart Disease Risk Study untuk memetakan potensi risiko jantung pengguna. Kedua model kompatibel dengan Android dan iOS, diklaim tahan baterai hingga 21 hari, serta mendukung pembayaran QR lewat LinkAja. Seri ini menyasar pengguna yang ingin memantau kesehatan harian tanpa harus mengganti ekosistem ponsel.
Huawei Watch GT 7 Series terdiri dari dua varian, yakni Watch GT 7 dan Watch GT 7 Pro. Keduanya diposisikan sebagai penerus lini smartwatch Huawei yang fokus pada pemantauan kesehatan dan kebugaran, bukan sekadar notifikasi atau pelacak langkah dasar.
Fitur kesehatan menjadi daya tarik utama seri ini. Huawei menambahkan sejumlah studi risiko penyakit yang memanfaatkan data fisiologis pengguna, bukan hanya mengandalkan sensor tunggal.
Coronary Heart Disease Risk Study Jadi Andalan
Fitur Coronary Heart Disease Risk Study menganalisis sejumlah indikator fisiologis pengguna pada siang dan malam hari. Hasil pemantauan dalam periode tertentu dipakai untuk memberi gambaran risiko kardiovaskular secara lebih menyeluruh.
Edy Supartono, Training Director Huawei Device Indonesia, menyebut fitur ini dibuat agar pengguna lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya sendiri.
"Risiko ini yang kita bikin antisipasi dan membuat masyarakat itu lebih aware sama kondisi dirinya sendiri," ujar Edy saat bincang media di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Perlu dicatat, fitur ini bersifat skrining awal, bukan