Pencarian

Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Bandara Tjilik Riwut hingga 300 Meter, Sejumlah Penerbangan Terdampak

Kamis, 01 Oktober 2026 • 17:06:02 WIB
Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Bandara Tjilik Riwut hingga 300 Meter, Sejumlah Penerbangan Terdampak
Kabut asap karhutla menyelimuti Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya dan menurunkan jarak pandang hingga 300 meter.

Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya memastikan operasional penerbangan tetap mengacu pada kondisi jarak pandang aktual di tengah kabut asap karhutla yang masih menyelimuti Kalimantan Tengah. Pemantauan visibility dilakukan berkala bersama AirNav Indonesia, maskapai, dan ground handling untuk menentukan keputusan keberangkatan maupun kedatangan. Pada Rabu (30/9), jarak pandang sempat anjlok ke 300 meter dan memaksa satu penerbangan dibatalkan serta dua lainnya terlambat.

PALANGKA RAYA — Humas Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Tjilik Riwut, Andi Wiguna, menyatakan pihaknya tidak menetapkan kebijakan seragam untuk semua penerbangan. Setiap keputusan diambil berdasarkan batas minimum operasional masing-masing pesawat dan jenis maskapai.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi visibility atau jarak pandang dan batas minimum operasional penerbangan," kata Andi saat dihubungi di Palangka Raya, Kamis.

Jarak Pandang Sempat Anjlok ke 300 Meter

Pemantauan pada Rabu (30/9) mencatat penurunan visibility sejak pagi. Jarak pandang terendah 300 meter tercatat beberapa kali pada periode 10.00–12.00 WIB, berada di bawah ambang minimum yang disyaratkan untuk operasional penerbangan tertentu.

Kondisi berangsur membaik seiring perkembangan cuaca. Jarak pandang mencapai 1.000 meter pada pukul 14.00 WIB, naik ke 1.500 meter pukul 15.00 WIB, dan terus meningkat hingga 6.000 meter pada pukul 19.00 WIB.

Garuda Batal, Lion Air dan Batik Air Terlambat

Penerbangan Garuda Indonesia GA 550 rute Jakarta–Palangka Raya dibatalkan karena visibility berada di bawah batas minimum. Lion Air JT 680 rute Surabaya–Palangka Raya mengalami keterlambatan dan baru tiba pukul 16.38 WIB dari jadwal 14.45 WIB.

Batik Air ID 6200 rute Jakarta–Palangka Raya juga tertunda menunggu kondisi jarak pandang memenuhi syarat operasional. Dampaknya merembet ke penerbangan lanjutan, yakni Lion Air JT 681 rute Palangka Raya–Surabaya dan Batik Air ID 6201 rute Palangka Raya–Jakarta yang mengalami penyesuaian waktu keberangkatan.

Penumpang Diminta Pantau Jadwal Terbaru

Angkasa Pura Indonesia mengimbau calon penumpang memantau informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan. Penumpang juga diminta mengatur waktu kedatangan ke bandara dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan jadwal akibat kondisi cuaca.

Koordinasi lintas pihak terus dilakukan selama kabut asap karhutla masih berpotensi menurunkan jarak pandang di wilayah Bandar Udara Tjilik Riwut.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks