KALIMANTAN TENGAH — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan Tarian Kolosal Perang Nusantara yang melibatkan sekitar 80 penari dari berbagai etnis untuk memeriahkan Parade Budaya MotoGP Mandalika. Pertunjukan ini akan digelar di tiga lokasi, mulai dari Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid, Taman Sangkareang, hingga kawasan Sirkuit Mandalika.
Dinas Kebudayaan NTB masih menggelar latihan harian di Taman Budaya NTB untuk mematangkan koreografi. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan pembuka, melainkan cara NTB menegaskan bahwa Sirkuit Mandalika adalah milik seluruh masyarakat Nusantara.
Tujuh Tarian Kepahlawanan dari Berbagai Daerah
Koreografer NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, menjelaskan bahwa konsep pertunjukan mengangkat tari-tarian dengan unsur kepahlawanan yang kuat dari sejumlah daerah. Rangkaiannya mencakup Tari Caci dari NTT, Tari Cakalele dari Maluku, Tari Kabasaran dari Minahasa, Tari Tandang Mendet dari NTB, Tari Perang dari Papua, Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, serta tarian dari Bali.
Seluruh tarian dikemas menjadi satu pertunjukan utuh yang akan diperkuat Marching Band dari STPDN, Colour Guard, dan Gendang Beleq. Total talent yang terlibat mencapai sekitar 250 orang, terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa.
"Kita coba mengangkat beberapa tari kepahlawanan yang ada di Nusantara. Kepahlawanan dari Maluku, kepahlawanan dari Minahasa, kepahlawanan NTB, Papua," kata Lalu Suryadi.
NTB Dominan, tapi Semua Etnis Diberi Ruang
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menegaskan bahwa pertunjukan ini tetap menonjolkan budaya NTB sebagai tuan rumah. Namun, keterlibatan berbagai etnis di Indonesia menjadi cara menggambarkan keberagaman sekaligus menegaskan Mandalika terbuka bagi masyarakat dunia.
"NTB menjadi dominan di situ. Kita menunjukkan NTB, tetapi juga ada berbagai etnis yang ada di Indonesia," ujarnya.
Menurut Ihwan, latihan terus dilakukan setiap hari menjelang hari-H. Pihaknya memastikan seluruh elemen pertunjukan siap tampil di tiga titik lokasi yang sudah ditentukan.
Mandalika Milik Seluruh Nusantara
Pemilihan tarian dari berbagai daerah punya alasan tersendiri. Lalu Suryadi menyebut Sirkuit Mandalika tidak hanya dimiliki Lombok atau NTB, tetapi juga seluruh masyarakat Nusantara. Penonton yang datang dari berbagai daerah diharapkan merasakan keterwakilan budaya mereka saat menyaksikan opening ceremony.
"Dasarnya karena Sirkuit Mandalika tidak hanya dimiliki Lombok atau NTB saja, tetapi juga dimiliki oleh seluruh masyarakat Nusantara," katanya.
Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian Parade Budaya MotoGP Mandalika yang akan digelar di kawasan Bandara BIZAM, Taman Sangkareang, dan Mandalika.