KALIMANTAN TENGAH — Ekonom memperkirakan sektor nonpertanian Amerika Serikat menambah 90.000 lapangan kerja pada September, melambat dari 160.000 bulan sebelumnya yang merupakan pertumbuhan tertinggi sejak Maret. Tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,1%, level terendah dalam setahun terakhir. Rilis data Jumat (2/10) ini akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan suku bunga The Fed pada Oktober.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data nonfarm payrolls September pada Jumat (2/10). Proyeksi 90.000 lapangan kerja baru itu muncul di tengah indikator permintaan yang masih solid, terutama belanja modal perusahaan dan konsumsi rumah tangga.
Ketahanan pasar tenaga kerja membuat The Fed punya ruang lebih besar untuk memusatkan perhatian pada pengendalian inflasi. Dua laporan yang dirilis lebih dulu, yakni data lowongan pekerjaan Agustus pada Selasa (29/9) dan survei manufaktur ISM September pada Kamis (1/10), akan memberi gambaran awal sebelum payrolls keluar.
Belanja Konsumen dan PCE Jadi Fokus Pekan Ini
Laporan terpisah yang dirilis Rabu (30/9) diperkirakan menunjukkan belanja pribadi riil naik 0,5% pada Agustus. Jika terealisasi, kenaikan itu menjadi yang terbesar dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Rilis tersebut juga memuat indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) dan inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi. Keduanya diproyeksikan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. PCE adalah acuan utama The Fed dalam membaca tekanan harga.
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) turut merilis