Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Sampit, Langit Siang Berwarna Kuning dan Jarak Pandang Turun 100 Meter

Senin, 28 September 2026 • 10:17:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Sampit, Langit Siang Berwarna Kuning dan Jarak Pandang Turun 100 Meter
Langit Sampit berwarna kuning akibat interaksi cahaya matahari dengan aerosol partikel asap karhutla.

SAMPIT — Kondisi langit Sampit yang berubah kuning hingga kemerahan bukan pertanda perubahan cuaca. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa perubahan warna tersebut merupakan fenomena optik atmosfer akibat interaksi cahaya matahari dengan aerosol partikel asap karhutla.

Asap karhutla membawa partikel berukuran sangat kecil yang membentuk lapisan tebal di atmosfer. Lapisan itu memengaruhi cara cahaya matahari dihamburkan dan diserap saat melewati atmosfer.

Mengapa Langit Bisa Berwarna Kuning hingga Kemerahan?

Mulyono menyebut, perubahan warna semakin kuat ketika posisi matahari relatif rendah. Pada kondisi itu, cahaya matahari melewati lintasan atmosfer yang lebih panjang sehingga interaksinya dengan partikel asap lebih besar.

"Fenomena tersebut biasanya disebut fenomena optik atmosfer, fenomena tersebut diakibatkan oleh interaksi cahaya matahari dengan aerosol partikel asap yang berada di atmosfer," ujarnya.

Ia menegaskan, warna langit yang berubah kuning, oranye, hingga kemerahan tidak menunjukkan adanya perubahan cuaca tertentu. Fenomena itu murni efek optik yang dipengaruhi kondisi asap di udara.

"Kombinasi antara tingginya konsentrasi aerosol asap, ketebalan lapisan asap, posisi matahari, kelembapan udara, serta karakteristik partikel itulah yang menyebabkan langit terlihat berwarna oranye hingga merah mencolok," lanjutnya.

Kualitas Udara Kotim Terburuk Kedua di Indonesia

Buruknya kualitas udara menyertai fenomena optik tersebut. Berdasarkan data aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada pukul 16.00 WIB nilai ISPU PM10 di Kotim mencapai 1.249, sedangkan PM2,5 berada di angka 649.

Kedua angka itu tercatat dalam kategori berbahaya. Kotim berada di posisi kedua daerah dengan nilai ISPU tertinggi di Indonesia pada waktu pemantauan tersebut.

Posisi pertama ditempati Kabupaten Gunung Mas dengan nilai ISPU mencapai 1.950.

Warga Sampit Merasa Siang Tak Seperti Biasanya

Pekatnya asap membuat suasana siang hari terasa berbeda bagi warga. Cahaya matahari tampak lebih kuning, sementara udara terasa kurang nyaman untuk dihirup.

"Cahaya siang ini terasa lebih kuning, tidak seperti biasanya. Apa mungkin karena kabut asapnya terlalu pekat, makanya bisa sampai kuning kaya gini," ujar Bahrul, warga Sampit.

Jarak pandang yang turun hingga 100-300 meter turut memperlambat aktivitas warga di jalan. Kondisi ini menuntut pengendara lebih berhati-hati saat melintas.

Waspadai Dampak Asap bagi Kesehatan

Paparan partikel asap dalam konsentrasi tinggi berisiko memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit paru. Warga disarankan mengurangi aktivitas luar ruang selama kabut asap masih pekat.

Pemantauan kualitas udara oleh KLH melalui ISPUnet menjadi acuan utama untuk mengetahui tingkat bahaya asap di wilayah terdampak. Nilai ISPU yang jauh di atas ambang aman menandakan udara tidak layak dihirup tanpa pelindung.

Follow www.monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katakata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks