KALIMANTAN TENGAH — Kekalahan 0-4 Gateshead di markas Wealdstone memperlihatkan kerasnya kompetisi National League, liga kasta kelima Inggris yang tak punya aturan financial fair play ketat. Manchester City, yang tengah menghadapi berbagai skenario terburuk, bisa belajar banyak dari kerasnya persaingan di level ini.
Di pinggiran barat London, Wealdstone—klub dengan sejarah kaya di sepak bola non-liga dan finalis FA Trophy musim lalu—menjamu Gateshead pada laga pekan kesepuluh National League. Klub yang bermarkas di Grosvenor Vale, di tengah kompleks perumahan itu, menang 4-0 lewat dua gol Olufela Olomola, penalti Luke Norris, dan satu gol tambahan sebelum laga usai.
Gateshead dan Eksperimen "Bomb Squad" Lee Cattermole
Di bangku cadangan Gateshead duduk sosok yang akrab bagi penggemar Premier League: Lee Cattermole. Mantan gelandang Middlesbrough, Wigan, dan Sunderland itu kini menjalani peran manajer senior pertamanya. Hasilnya belum menggembirakan.
Gateshead terpuruk di dasar klasemen National League dengan hanya satu kemenangan dari sepuluh pertandingan. Cattermole menerapkan pendekatan "bomb squad" yang sempat dipakai Enzo Maresca di Chelsea dan Ruben Amorim di Manchester United. Delapan pemain dilaporkan berlatih di waktu berbeda dari tim utama dan dikeluarkan dari grup percakapan WhatsApp.
Pendekatan itu belum membuahkan hasil. Pekan sebelumnya, Gateshead kebobolan enam gol di babak pertama saat menjamu Southend. Di Grosvenor Vale, Cattermole terlihat lesu setelah Olomola mencetak gol pertama sebelum jeda. "Buat mereka bekerja," teriaknya saat timnya masih imbang, di antara umpatan yang lebih pedas.
Wealdstone dan Bisnis Sepak Bola Kasta Kelima
Sebelum kick-off, bar klub di luar stadion ramai pembeli. Di klub kasta kelima, minum sambil menonton pertandingan langsung dari tribun memang dilarang. Pencabutan undang-undang alkohol 1985 yang pekan ini disinggung perdana menteri akan menjadi pendorong pendapatan signifikan bagi klub seukuran Wealdstone. Klub-klub di divisi bawah meraup untung besar dari jamuan selama pertandingan.
Wealdstone sendiri punya sejarah panjang. Stuart Pearce, Vinny Jones, dan Jermaine Beckford memulai karier di sini. Klub ini juga melahirkan Gordon Parmar Hill, dikenal sebagai Wealdstone Raider, yang viral pada 2014 lewat teriakan "you've got no fans" dan singelnya mencapai peringkat lima tangga lagu Inggris.
Peluang Cattermole Bertahan Semakin Tipis
Gol ketiga Wealdstone datang dua menit setelah babak kedua dimulai, dan gol keempat menjelang akhir. Gary Waddock, manajer Wealdstone yang sebagai pemain punya gaya bertarung mirip Cattermole, hanya bersandar tenang di tiang gawang. Ketenangan itu kontras dengan nyanyian dari tribun tamu: "sacked in the morning" dan "time to go".
Ben Clark, asisten Cattermole, yang dikirim menghadapi media usai laga. "Kami kebobolan gol mudah, dan kesulitan setelahnya," ujarnya. "Para pemain sedikit bermasalah dengan kepercayaan diri mereka."
Peluang Cattermole dipecat semakin besar. Bagi Manchester City, yang tengah menghadapi berbagai skenario terburuk, National League menawarkan gambaran tentang kerasnya kompetisi tanpa jaring pengaman finansial. Di sini, tidak ada aturan financial fair play formal atau batas gaji ketat—sesuatu yang mungkin ingin diketahui pemilik City.