KALIMANTAN TENGAH — SKF Indonesia menandai 40 tahun beroperasi di Tanah Air lewat keikutsertaannya di Automechanika Jakarta 2026 yang digelar di NICE PIK 2, Banten, pada 24–27 September 2026. Produsen bearing ini mengumumkan rencana masuk ke segmen komponen mobil mulai tahun depan, mencakup bearing generasi ketiga, strut bearing suspensi, hingga produk non-bearing seperti water pump. Langkah tersebut berbarengan dengan proses pemisahan bisnis otomotif dan industri SKF menjadi dua perusahaan independen yang dijadwalkan rampung lewat listing pada Desember 2026.
Pameran otomotif B2B yang berfokus pada onderdil, sparepart, dan aftermarket ini dimanfaatkan SKF untuk menegaskan posisinya di pasar dalam negeri. Selama empat dekade, perusahaan itu membangun jaringan dengan bengkel skala menengah hingga pabrikan besar.
President Director SKF Automotive Indonesia Vincentius Rajagukguk menyebut pencapaian 40 tahun bukan sekadar perayaan seremonial. Menurut dia, rekam jejak itu menunjukkan kemampuan perusahaan membaca dinamika pasar.
"Kami memiliki kapabilitas yang dinamis. Bagaimana SKF bisa mendeteksi apa yang terjadi di pasar, peluang dan ancaman yang ada. Dari peluang dan ancaman itu kami bisa memanfaatkan itu semua, memodifikasi model bisnis, bagaimana bisa memperbaiki struktur produksi kami, struktur pasar, dan pada akhirnya kami bisa melakukan transformasi," kata Vincentius di NICE PIK 2, Jumat, 25 September 2026.
Bearing Generasi Ketiga Jadi Pintu Masuk Segmen Mobil
SKF memastikan tetap memperkuat lini komponen bearing untuk sepeda motor. Namun mulai tahun depan, perusahaan melebarkan portofolio ke pasar onderdil mobil.
Produk yang disiapkan mencakup bearing generasi ketiga serta komponen suspensi berupa strut bearing. Vincentius menyebut langkah ini sebagai milestone baru bagi SKF.
"Jadi kita akan mulai tahun depan, kita akan memasuki produk portofolio baru yang merupakan ini milestone momentum daripada SKF. Kami tahun depan juga mulai masuk penetrasi ke komponen suspensi terkait dengan strut bearing," paparnya.
Water Pump hingga Komponen Non-Bearing untuk Aftermarket
Selain bearing, SKF menyiapkan sejumlah produk non-bearing seperti water pump dan komponen lain. Ragam produk itu ditujukan memenuhi kebutuhan pasar aftermarket otomotif yang semakin beragam.
Portofolio tambahan masih dalam tahap penyiapan untuk melengkapi pilihan di pasar domestik. Belum ada keterangan resmi soal rentang harga maupun ketersediaan tiap produk di dealer atau distributor.
Pemisahan Bisnis Otomotif dan Industri Berjalan 1,5 Tahun
Pada gelaran AMJKT 2026, SKF juga mengungkap strategi globalnya memisahkan bisnis otomotif dan industri menjadi dua perusahaan independen. Proses itu telah berjalan sekitar 1,5 tahun terakhir.
Satu perusahaan akan fokus pada bisnis industri, sementara satunya menangani bisnis otomotif. Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF Ken Miao menjelaskan alasan di balik pemisahan tersebut.
"Di bisnis otomotif, kami membutuhkan pergerakan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Sementara di sisi industri, dibutuhkan fokus bisnis yang lebih strategis," jelas Ken Miao.
Branding Baru November 2026, Listing Desember 2026
SKF bakal memperkenalkan branding baru secara global pada November 2026. Setelah itu, perusahaan merencanakan proses listing pada Desember 2026.
Selepas tahapan tersebut, bisnis otomotif dan industri akan berjalan sebagai dua entitas yang berbeda. Bagi pelanggan aftermarket di Indonesia, perubahan ini berpotensi memengaruhi struktur distribusi dan layanan purnajual ke depan.