Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar pelatihan membaca nyaring atau read aloud bagi 68 guru PAUD di Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur. Kegiatan yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Bunda Literasi Seruyan ini menyasar penguatan budaya literasi anak sejak usia dini. Metode read aloud dinilai menjadi cara sederhana yang berdampak besar bagi kebiasaan belajar anak di sekolah maupun rumah.
KUALA PEMBUANG — Pemkab Seruyan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) bersama Bunda Literasi Seruyan menggelar Pelatihan Read Aloud atau membaca nyaring. Pelatihan diikuti 68 guru PAUD dari wilayah Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret memperkuat gerakan literasi di kabupaten setempat.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Seruyan Yudiansyah mewakili Bupati Ahmad Selanorwanda menyebut read aloud punya nilai strategis bagi penguatan literasi daerah. Menurut dia, membangun budaya literasi tidak bisa dilakukan secara instan.
Kebiasaan membaca perlu ditumbuhkan sejak dini lewat praktik konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Yudiansyah menilai metode membaca nyaring menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku.
Mengapa Read Aloud Dinilai Efektif untuk Anak Usia Dini
Metode read aloud menghadirkan proses belajar yang menyenangkan bagi anak. Guru membacakan buku dengan suara lantang dan ekspresif, sehingga anak terlibat langsung dalam cerita.
Pendekatan ini berbeda dari kegiatan belajar yang rumit. Anak dikenalkan pada buku lewat pengalaman yang terasa ringan dan tidak membebani.
"Read aloud atau membaca nyaring ini memiliki nilai yang penting dan strategis, khususnya dalam memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Seruyan," kata Yudiansyah.
Kolaborasi Lintas Dinas dan Orang Tua Jadi Kunci
Pemkab Seruyan mengajak Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para guru, pengawas, orang tua, serta pihak terkait untuk terus berkolaborasi. Kolaborasi dinilai penting agar gerakan literasi tidak berhenti di satu kegiatan saja.
Pelatihan ini menyasar guru PAUD karena mereka berhadapan langsung dengan anak pada masa pembentukan kebiasaan. Keterampilan read aloud diharapkan menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari di sekolah.
Bunda Literasi Ajak Guru PAUD Jadi Teladan
Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Welduline Ahmad Selanorwanda berharap keterampilan read aloud yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan belajar rutin. Menurut dia, penerapannya tidak harus melalui kegiatan yang rumit.
"Sebagai Bunda Literasi Kabupaten, saya mengajak seluruh guru PAUD untuk menjadi duta dan teladan literasi bagi anak-anak kita," ajaknya.
Dengan 68 guru PAUD yang terlatih, Pemkab Seruyan berharap metode membaca nyaring menyebar ke lebih banyak kelas dan rumah. Gerakan literasi daerah bertumpu pada kebiasaan kecil yang dijalankan konsisten.