SAMPIT — Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo menyampaikan peringatan cuaca ekstrem tersebut pada Kamis (5/11/2026). Potensi hujan lebat diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, sepuluh menit setelah peringatan dikeluarkan.
Selain Teluk Sampit, sejumlah kecamatan lain di Kotim masuk daftar wilayah berpotensi terdampak. BMKG menyebut kondisi cuaca dapat meluas ke Mentaya Hulu, Parenggean, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Antang Kalang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan Telaga Antang.
Peringatan serupa berlaku untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Katingan, Seruyan, dan Pulang Pisau. Di Seruyan, titik yang disebut secara spesifik adalah Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
Mulyono meminta warga di wilayah yang masuk peringatan dini memperhatikan perkembangan informasi cuaca. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap hujan lebat, petir, serta angin kencang yang menyertainya.
Cuaca ekstrem ini datang di tengah kondisi Kotawaringin Timur yang belum lepas dari kekeringan. Kebakaran hutan dan lahan masih muncul di beberapa wilayah dan sewaktu-waktu memicu kabut asap.
Warga Kecamatan Baamang, Murni, berharap hujan terus turun agar karhutla tidak kembali terjadi. "Sepertinya sslama hujan belum maksimal, maka kebakaran akan masih ada. Kami juga berharap masalah kekerimgan berakhir sehingga sumber air jadi layak konsumsi," ujarnya.
Bagi warga yang hendak beraktivitas di luar ruang pada rentang pukul 09.30 hingga 11.30 WIB, BMKG menyarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca. Wilayah yang terdampak angin kencang diminta mengamankan benda ringan di sekitar rumah.