SERUYAN — Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata membenarkan kecelakaan yang menimpa armada TNI AD di wilayah Kabupaten Seruyan. Helikopter bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Resor Telaga Pulang, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, dengan rute Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.
Insiden terjadi di tengah proses pengambilan air untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Delapan personel berada di dalam helikopter saat kejadian.
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan helikopter mengalami gangguan teknis saat melakukan water scooping di perairan Desa Sungai Perlu. Gangguan itu muncul ketika helikopter tengah mengambil air untuk operasi pemadaman karhutla.
"Benar. Kami telah menerima laporan awal terkait terjadinya kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan," ujar Kolonel Dodo, dikutip dari ANTARA.
Dua kru berhasil dievakuasi terlebih dahulu menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB. Keduanya langsung dilarikan dengan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk penanganan medis intensif.
Enam kru lainnya dievakuasi melalui jalur udara dan laut dengan dukungan helikopter Kamov serta tim SAR gabungan. Kedelapan personel tercatat atas nama Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bergerak langsung menuju lokasi kejadian. Kedatangannya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.
Operasi pemadaman karhutla di wilayah Seruyan tetap berjalan dengan dukungan armada lain. Belum ada keterangan resmi soal penyebab pasti gangguan teknis maupun kondisi terkini seluruh kru usai evakuasi.