KUALA KURUN — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas menempatkan pemuda sebagai aktor utama pembangunan, bukan penonton. Pembekalan kapasitas dan program wirausaha muda disiapkan agar generasi muda di kabupaten berjuluk Bumi Habaring Hurung itu mampu membaca potensi daerahnya sendiri.
Aprianto menuturkan, arah program dibuat supaya anak muda peka terhadap peluang yang ada di sekitar mereka. Bukan hanya soal mencari kerja, tetapi juga soal menciptakan usaha.
"Program ini diarahkan untuk membekali generasi muda agar lebih peka membaca potensi daerah, mengenali peluang kerja, serta berani mengembangkan kemampuan dan menciptakan peluang usaha," ujar Aprianto, Selasa (3/11).
Menurut Aprianto, persoalan utama generasi muda bukan semata ketersediaan lowongan. Yang lebih mendasar adalah cara pandang terhadap pekerjaan dan peluang.
Pemuda diminta menggali potensi diri, mengembangkan kreativitas, dan masuk ke berbagai sektor pembangunan. Sikap pasif dinilainya tidak lagi relevan dengan kebutuhan daerah.
"Jangan hanya duduk diam, tetapi harus memiliki kontribusi dan aksi nyata untuk mengisi maupun mendukung pembangunan daerah," tegasnya.
Perubahan sosial, politik, dan ekonomi di Gunung Mas berlangsung cepat. Aprianto menilai kondisi itu menuntut generasi muda lebih adaptif, kreatif, inovatif, serta punya daya saing.
Keterlibatan pemuda dalam pembangunan, katanya, tidak boleh berhenti sebagai wacana di forum-forum diskusi. Butuh keberanian untuk mengambil peran konkret.
"Perlu keberanian mengambil peran, kemampuan mengembangkan gagasan, serta kemauan terlibat langsung dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat," katanya.
Aprianto mengakui kontribusi generasi muda di Kabupaten Gunung Mas selama ini menunjukkan perkembangan cukup baik. Namun potensi itu masih perlu diperkuat.
Dukungan yang diminta bukan hanya berupa imbauan. Pemerintah daerah diminta menyediakan wadah, sarana, dan ruang aktualisasi agar pemuda punya arah yang jelas.
"Peran generasi muda sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan. Mereka harus diberikan wadah dan sarana untuk mengembangkan potensi agar tidak kehilangan arah, terutama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, seperti narkoba dan pergaulan bebas," jelasnya.
Penyediaan ruang aktualisasi itu dipandang penting untuk menahan laju pengaruh negatif terhadap anak muda. Dengan wadah yang jelas, pembinaan kepemudaan di Gunung Mas bisa berjalan lebih terarah sepanjang 2026.