Netflix PHK hingga 3% Karyawan Kantor London, VP Produksi Anna Mallett Hengkang

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 02 November 2026 | 20:21:31 WIB
Netflix memangkas hingga 3% staf di kantor pusat London sebagai bagian dari reorganisasi perusahaan.

KALIMANTAN TENGAH — Netflix memangkas hingga 3% staf di kantor pusatnya di London menyusul reorganisasi yang bergulir dari Amerika Serikat. Gelombang perubahan itu juga menyeret Anna Mallett, VP produksi untuk kawasan Inggris dan EMEA, yang memutuskan keluar setelah lima tahun bergabung. Pemangkasan ini disebut bagian dari pengurangan sekitar 1.000 posisi di level global.

Netflix memangkas hingga 3% tenaga kerja di kantor pusat London, Inggris, sebagai buntut reorganisasi yang lebih dulu mengguncang operasi perusahaan di Amerika Serikat. Angka itu terkonfirmasi dari sejumlah laporan industri yang mengutip keterangan internal perusahaan. Pemangkasan menyasar sejumlah divisi, termasuk tim publisitas.

Di level global, Netflix dilaporkan memangkas sekitar 1.000 posisi. Jumlah itu menempatkan London sebagai salah satu titik yang paling terdampak di luar AS, meski persentasenya terbilang moderat dibanding total karyawan perusahaan.

Anna Mallett Tinggalkan Kursi VP Produksi

Kepergian Anna Mallett menjadi sorotan tersendiri. Ia menjabat sebagai vice president of physical production untuk Inggris sekaligus produksi bahasa lokal di EMEA, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Mallett bergabung pada 2020 dari ITN, produsen berita tempatnya menjabat CEO.

Sebelum masuk Netflix, Mallett meniti karier di BBC Studios dengan sejumlah posisi senior. Di Netflix, ia memimpin tim manajemen produksi untuk serial live-action, konten non-fiksi, dan film.

Masa jabatannya berbarengan dengan meledaknya sejumlah judul Inggris di platform, mulai dari Baby Reindeer hingga Adolescence. Dua judul itu jadi bukti kapasitas produksi lokal Inggris yang kuat di pasar global.

Bayang-Bayang Pergantian Bos Konten

Pergantian di jajaran atas ikut memanaskan situasi. Netflix melepas Bela Bajaria dari posisi content chief dan menggaet Peter Rice, eks eksekutif Disney dan Fox. Langkah itu memunculkan kekhawatiran soal arah produksi internasional ke depan.

Co-CEO Greg Peters dan Ted Sarandos berusaha menenangkan pasar. Dalam panggilan pendapatan terakhir, Peters menegaskan hasil di Asia Pasifik, Amerika Latin, dan EMEA tetap positif. "Kami mencatat hasil bagus di APAC, LATAM, dan EMEA," ujarnya, seraya menambahkan judul lokal dari kawasan itu mendorong keterlibatan penonton sekaligus pertumbuhan bisnis.

Pernyataan itu jadi pembeda penting: efisiensi organisasi berjalan, tapi strategi konten lokal disebut tak berubah. Bagi pelanggan Indonesia, sinyal ini relevan karena produksi lokal Asia Pasifik termasuk salah satu motor pertumbuhan yang disebut perusahaan.

Apa Artinya bagi Produksi Lokal

Netflix belum merinci apakah pemangkasan menyentuh tim produksi di luar London. Yang jelas, posisi Mallett yang membawahi produksi bahasa lokal di tiga kawasan sekaligus kini kosong, dan penggantinya akan menentukan ritme produksi judul-judul non-Inggris.

Kabar kepergian Mallett pertama kali dilaporkan The Ankler. Hingga berita ini ditulis, Netflix belum memberi pernyataan resmi tambahan soal nama pengganti maupun dampak ke proyek yang sedang berjalan.

Bagi industri hiburan, kasus ini memperlihatkan sisi lain dari pertumbuhan streaming: tekanan efisiensi tetap datang meski bisnis konten lokal terus dipuji. Judul-judul besar Inggris lahir dari struktur produksi yang kini sedang dirombak.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top