PALANGKA RAYA — Data Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya mencatat ISPU berada pada kategori berbahaya pada pemantauan pagi. Kabut asap terlihat menutupi sejumlah jalan protokol, dari Jalan Yos Sudarso, kawasan Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, hingga Jalan Imam Bonjol.
Pantauan warga menunjukkan kabut asap mulai kembali terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, bertepatan dengan dimulainya aktivitas masyarakat. Sejumlah pengendara dan warga yang beraktivitas di luar ruangan memilih mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Sebelumnya, kabut asap di Palangka Raya sempat menipis setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Penurunan intensitas asap itu tidak bertahan lama.
Kembalinya kabut asap membuat warga khawatir terhadap dampak paparan bagi kesehatan. Salah seorang warga, Ilma, mengungkapkan kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Palangka Raya.
Kabut asap paling terlihat di ruas jalan utama yang menjadi jalur aktivitas harian warga. Jalan Yos Sudarso, kawasan Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, dan Jalan Imam Bonjol termasuk titik yang tertutup asap.
Kawasan tersebut merupakan jalur padat, terutama pada pagi hari saat warga berangkat kerja dan anak sekolah. Paparan asap di ruang terbuka menjadi perhatian tersendiri bagi pengendara roda dua yang paling rentan terpapar langsung.
Kategori berbahaya pada ISPU menandakan kualitas udara berada pada level yang berisiko bagi kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan perlu membatasi aktivitas di luar ruangan.
Data Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya menjadi rujukan pemantauan kondisi udara di wilayah tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai proyeksi kondisi asap dalam beberapa hari ke depan.
Kabut asap akibat karhutla menjadi persoalan berulang di Kalimantan Tengah, terutama pada periode kemarau. Warga berharap penanganan titik api dan upaya pemadaman terus dilakukan agar kualitas udara kembali membaik.