BFI Finance Tawarkan Bunga 0% dan Provisi 0,75% untuk Mesin Percetakan

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:23:01 WIB
Pengunjung mengamati mesin percetakan yang dipamerkan pada All Print Indonesia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

KALIMANTAN TENGAH — PT BFI Finance Indonesia Tbk menawarkan suku bunga 0 persen dan pemangkasan biaya provisi menjadi 0,75 persen dari normal 1,25 persen bagi pelaku industri percetakan yang membiayai pembelian mesin melalui perseroan. Fasilitas itu dipasarkan dalam All Print Indonesia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 7–10 Oktober 2026, tempat BFI menjadi satu-satunya perusahaan multifinance yang hadir.

Program tersebut mencakup dua skema pembiayaan sekaligus: pembelian mesin baru dan fasilitas modal kerja dengan jaminan invoice mesin. Pembebasan biaya administrasi turut disertakan untuk menekan beban awal pelaku usaha.

Head of Corporate Business BFI Finance Stanly Darisang menyatakan sektor percetakan nasional terus bertransformasi seiring pesatnya inovasi dan daya saing pasar.

"Sektor percetakan nasional terus bertransformasi seiring pesatnya inovasi dan daya saing pasar. Oleh karena itu, BFI Finance mengambil peran aktif memfasilitasi kebutuhan pembaruan mesin produksi melalui serangkaian program promo bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan para pengusaha," ujar Stanly dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).

Skema Bunga 0 Persen Berlaku hingga Akhir 2026

Penawaran suku bunga 0 persen berlaku melalui kerja sama dengan pemasok rekanan. Tenor yang ditawarkan mulai dari satu tahun pertama hingga full tenor, bergantung pada kesepakatan dengan masing-masing pemasok.

Skema ini menyasar pelaku usaha yang perlu mengganti mesin produksi tetapi terbentur keterbatasan arus kas. Dengan bunga nol pada periode awal, pengeluaran bulanan perusahaan dapat dialihkan ke kebutuhan operasional lain.

  • Suku bunga: 0 persen melalui pemasok rekanan
  • Biaya provisi: 0,75 persen, turun dari tarif normal 1,25 persen
  • Biaya administrasi: dibebaskan
  • Jenis fasilitas: pembelian mesin baru dan modal kerja dengan jaminan invoice mesin
  • Masa berlaku: hingga akhir 2026

Jaminan Invoice Mesin Jadi Pintu Modal Kerja

Fasilitas modal kerja dengan jaminan invoice mesin memberi ruang bagi percetakan untuk menutup kebutuhan likuiditas harian tanpa harus melepas aset produksi. Invoice yang belum dibayar pelanggan bisa dijadikan dasar pembiayaan.

Pendekatan ini lazim dipakai multifinance untuk menyasar segmen usaha kecil dan menengah yang arus kasnya bergantung pada siklus pembayaran klien. Sektor percetakan termasuk yang sensitif terhadap jeda pembayaran karena bahan baku dan tinta umumnya dibeli tunai.

Posisi BFI di Pameran Multifinance Percetakan

All Print Indonesia Expo 2026 berlangsung di Hall C3 Jakarta International Expo, Kemayoran, pada 7–10 Oktober 2026. BFI Finance menjadi satu-satunya entitas pembiayaan multifinance yang hadir di pameran berskala internasional tersebut.

Kehadiran tunggal itu memberi BFI posisi tawar tersendiri di hadapan pelaku percetakan yang mencari pendanaan mesin. Pameran ini biasanya diikuti produsen mesin cetak, pemasok bahan baku, dan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Arti bagi Pelaku Usaha Percetakan

Kombinasi bunga nol, provisi lebih rendah, dan biaya administrasi gratis memangkas tiga komponen biaya yang biasanya membebani keputusan investasi mesin. Bagi percetakan yang tengah menimbang penambahan kapasitas, total biaya akuisisi mesin bisa jauh lebih ringan dibanding skema standar.

Yang perlu dicermati, suku bunga 0 persen hanya berlaku lewat pemasok rekanan. Artinya pilihan merek dan tipe mesin terbatas pada daftar mitra BFI. Pelaku usaha disarankan membandingkan harga mesin dari pemasok non-rekanan sebelum memutuskan, karena potongan bunga bisa tertutup oleh selisih harga unit.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top