Bupati Kotim Salurkan 100 Paket Sembako untuk MPA di Enam Kecamatan Wilayah Utara

Penulis: Irfan Hakim  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50:01 WIB
Bupati Kotawaringin Timur menyerahkan bantuan sembako kepada Masyarakat Peduli Api di halaman Kantor Kecamatan Mentaya Hulu, Sabtu.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyerahkan 100 paket sembako kepada Masyarakat Peduli Api di enam kecamatan wilayah utara, Sabtu, sebagai dukungan pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bantuan diserahkan di halaman Kantor Kecamatan Mentaya Hulu, Kelurahan Kuala Kuayan, dengan setiap paket bernilai sekitar Rp250 ribu. Pemkab Kotim juga menyerahkan satu unit sepeda motor trail untuk mendukung mobilitas petugas di lapangan.

SAMPIT — Penyerahan bantuan menyasar MPA di Kecamatan Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai, dan Parenggean. Kecamatan Mentaya Hulu menerima 16 paket, sisanya dibagikan ke lima kecamatan lain. Setiap paket berisi satu dus mi instan, beras lima kilogram, gula, kopi, dan susu.

Halikinnor menyebut peran MPA krusial saat musim kemarau, terutama untuk pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah yang titik apinya relatif sedikit namun tetap terdampak kabut asap.

"Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim terima kasih sekali kepada Masyarakat Peduli Api ini. Walaupun tidak seberapa yang kita bantu, itu hanya bentuk perhatian pemerintah," kata Halikinnor.

Asap Karhutla Tidak Punya KTP

Dampak karhutla tidak berhenti di daerah yang terbakar. Asap menyebar ke wilayah lain sehingga warga tetap terdampak meski titik api di daerahnya sedikit.

"Saat ini kita semua terdampak karhutla. Di Mentaya Hulu memang tidak terlalu banyak titik api, tetapi asap ini tidak punya KTP. Walaupun karhutlanya sedikit, tetap terdampak kabut asap," ujarnya.

Halikinnor menilai sebagian besar kejadian karhutla berasal dari aktivitas manusia. Ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran yang bisa memicu kebakaran meluas.

ISPA dan Diare Jadi Perhatian

Penanganan karhutla berkaitan langsung dengan kesehatan warga. Kabut asap meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare, saat kualitas udara memburuk.

"Belum lagi tadi dikatakan camat, ada penyakit seperti diare dan ISPA. Makanya saya berterima kasih kepada camat yang sudah membentuk MPA," tuturnya.

10 Mobil Pemadam hingga Bantuan Alkon

Pemkab Kotim memperkuat sarana penanganan karhutla. Kotim mendapat 10 unit mobil pemadam dari bantuan Presiden, ditambah dukungan armada dari Korem.

Di tingkat kecamatan, Mentaya Hulu menerima dua unit alkon beserta peralatan dari PT Bakung Mas dan tiga unit profil yang dipinjamkan BPBD Kotim. Camat Mentaya Hulu Edison menyatakan bantuan sosial itu sebagai dukungan pemerintah kepada MPA yang terlibat penanganan karhutla.

"Bansos ini untuk Masyarakat Peduli Api dalam penanganan karhutla. Sebanyak 100 paket dibagikan untuk enam kecamatan," bebernya.

Antisipasi Banjir dan Krisis Air Bersih

Halikinnor mengingatkan musim kemarau biasanya diikuti banjir saat curah hujan kembali meningkat. Sejumlah kawasan di wilayah utara Kotim berulang kali terdampak banjir.

Perangkat daerah diminta mengantisipasi kebutuhan masyarakat sejak dini, termasuk ketersediaan bahan pangan jika banjir terjadi. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng untuk mendorong perbaikan jalan dan jembatan yang masih butuh penanganan.

Persoalan air bersih turut menjadi perhatian. Sumber air PDAM di sejumlah wilayah mulai turun debit bahkan terdampak intrusi air asin dan payau saat musim kemarau.

"Nanti saya koordinasikan dengan Direktur Perumdam. Kita panggil Sekda dan Direktur PDAM untuk merencanakan sumur dalam, mungkin kedalamannya 200 sampai 300 meter," demikian Halikinnor.

Pada Sabtu (3/10), Edison menyebut masih ada satu kejadian kebakaran di Desa Pahirangan. Kabut asap dari wilayah Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan sekitarnya menyebar pekat hingga Kelurahan Kuala Kuayan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top