KALIMANTAN TENGAH — Timnas Indonesia mengamankan medali perak nomor Mobile Legends di Asian Games 2026 setelah takluk 0-4 dari Myanmar pada partai final di Aichi Sky Expo, Jepang. Kekalahan dalam format best of 7 itu melengkapi raihan dua perak kontingen esports Indonesia dari delapan nomor yang dipertandingkan.
Myanmar membuka keunggulan lebih dulu lewat permainan agresif sejak game pertama. Rangkaian war yang dimenangkan Myanmar berulang kali memangkas ruang gerak Indonesia dan berujung pada kerugian ekonomi besar di dalam permainan.
Enam atlet yang diterjunkan adalah Alexander Owen Marcetami Buhe, Arif Fudin Dingarai Putra, Dalvin Ramadhana Putra, Muhammad Affan Wahyudi, Albert Neilsen Iskandar, dan Syauki Fauzan Sumarno. Kenny Deo mendampingi sebagai pelatih, dengan Michael Abraham sebagai asisten pelatih.
Tempo pertandingan berjalan cepat. Game pertama tuntas pada menit ke-13, game kedua berakhir di menit ke-14, dan game ketiga selesai pada menit ke-12.
Myanmar menutup rangkaian dengan kemenangan di game keempat yang hanya memakan waktu 14 menit. Skor akhir 0-4 memastikan Indonesia berada di posisi runner-up.
Myanmar keluar sebagai juara dan membawa emas. Indonesia menerima perak, sementara perunggu dibagi dua oleh Malaysia dan Mongolia.
Partai puncak digelar di Aichi Sky Expo Esport Competition Room M5, Jepang, dengan format best of 7. Format ini memberi ruang maksimal tujuh game, tetapi Indonesia tidak sempat memperpanjang rangkaian.
Dari delapan nomor pertandingan yang diikuti, kontingen esports Indonesia menyumbangkan dua medali perak. Selain Mobile Legends, perak kedua datang dari Pokemon Unite.
Enam nomor lain berakhir tanpa medali. eFootball, Naraka Bladepoint, Honor of Kings, Identity V, Gran Turismo 7, dan PUBG Mobile belum membawa Indonesia ke podium.
Hasil di Mobile Legends menempatkan Indonesia sebagai runner-up nomor pertandingan tersebut. Myanmar memastikan posisi teratas, dengan Malaysia dan Mongolia melengkapi daftar peraih medali.