Sony Terapkan Sistem Lotre untuk Pembelian PS5 Pro di Jepang

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Rabu, 30 September 2026 | 15:21:01 WIB
Sony Jepang menerapkan sistem lotre untuk pembelian PS5 Pro dengan syarat akun terdaftar dan riwayat bermain minimal 60 jam.

KALIMANTAN TENGAH — Sony Jepang mewajibkan pembeli PS5 Pro membuktikan jam bermain minimal 60 jam lewat akun PlayStation terdaftar sebelum bisa mengajukan pembelian. Kebijakan lotre ini berlaku menyusul kelangkaan stok konsol yang diperparah kendala pasokan komponen global hingga awal 2027. Langkah ini menyasar pembeli asing dan calo yang selama ini memanfaatkan kelangkaan untuk menjual kembali dengan harga tinggi.

Sony Interactive Entertainment Jepang mengumumkan aturan pembelian PS5 Pro melalui akun resmi PlayStation Jepang. Pengajuan pembelian dibuka mulai 7 Oktober 2026, dan hanya pemilik akun PlayStation yang memenuhi syarat tertentu yang bisa ikut serta. Konsol ini dijual dengan harga USD 150 lebih mahal dari versi standar, tetapi permintaan tetap tinggi.

Syarat Jam Bermain dan Akun Terdaftar

Calon pembeli wajib menggunakan akun Sony yang terdaftar di Jepang, baik untuk mengajukan pembelian maupun saat transaksi berlangsung. Akun tersebut harus dalam kondisi login dan memiliki riwayat bermain minimal 60 jam di PS5, PS4, atau kombinasi keduanya.

Periode penghitungan jam bermain dibatasi antara 27 September 2024 hingga 27 September 2026. Artinya, akun baru yang dibuat menjelang pembelian tidak akan memenuhi syarat. Sony tampaknya ingin memastikan konsol jatuh ke tangan pengguna aktif, bukan pembeli yang hanya mengejar keuntungan jual kembali.

Alur Pembelian dan Sistem Lotre

Pengajuan pembelian dibuka mulai 7 Oktober 2026. Pemohon yang lolos verifikasi bisa membeli unit pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. Jika jumlah pengajuan melebihi stok yang tersedia, Sony akan menjalankan sistem lotre untuk menentukan pembeli.

Mekanisme ini berbeda dari penjualan ritel biasa yang mengandalkan siapa cepat dia dapat. Pendekatan lotre memberi kesempatan lebih adil bagi pengguna yang memenuhi syarat, sekaligus mempersempit ruang gerak calo yang biasanya membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Dampak ke Pembeli Asing dan Calo

Aturan akun Jepang dan syarat jam bermain secara efektif menutup celah bagi wisatawan asing yang ingin membeli PS5 Pro saat berkunjung ke Jepang. Selama ini, konsol edisi Jepang kerap diburu karena harga dan ketersediaannya berbeda dari pasar lain.

Praktik jual kembali dengan harga selangit juga menjadi sasaran kebijakan ini. Dengan membatasi pembelian pada akun yang punya riwayat bermain panjang, Sony mempersulit pembelian massal oleh pihak yang tidak berniat memakai konsolnya sendiri.

Kelangkaan Stok dan Pendorong Permintaan

Di Amerika Serikat, PS5 Pro sudah lama tidak tersedia di peritel besar akibat kekurangan stok. Sony menghadapi kendala pasokan komponen yang diperkirakan berlanjut hingga awal 2027, sejalan dengan kondisi yang dialami seluruh industri konsol.

Permintaan terhadap PS5 Pro melonjak setelah GTA VI resmi diumumkan. Game tersebut berstatus PS5 Pro Enhanced, sehingga bisa memanfaatkan perangkat keras konsol untuk performa dan grafis yang lebih baik. Kombinasi kelangkaan stok dan permintaan tinggi inilah yang membuat Sony menerapkan seleksi ketat di Jepang.

Kapan Pembelian Dibuka

  1. Pastikan akun PlayStation terdaftar di Jepang dan dalam kondisi login.
  2. Cek riwayat bermain minimal 60 jam di PS5 atau PS4 pada periode 27 September 2024–27 September 2026.
  3. Ajukan permohonan pembelian mulai 7 Oktober 2026 melalui kanal resmi Sony Jepang.
  4. Tunggu hasil verifikasi; jika pengajuan melebihi stok, pembeli ditentukan lewat lotre.
  5. Pembelian unit dilakukan pada 26 Oktober hingga 2 November 2026 bagi pemohon yang lolos.

Bagi pengguna di Jepang yang memang aktif bermain PlayStation, kebijakan ini justru memperbesar peluang mendapat unit di tengah stok yang terbatas. Sebaliknya, pembeli dari luar Jepang yang berharap membawa pulang PS5 Pro dari toko lokal harus mencari jalur lain, setidaknya sampai pasokan komponen kembali normal.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top