PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Agustan Saining menyatakan tim terus melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, hingga pendinginan di lokasi untuk mencegah munculnya kembali titik api. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran disebut menaruh perhatian pada penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut.
Dalam operasi itu, personel Dalkarhutla dan Pemadaman Darat Dishut Kalteng mengerahkan sejumlah peralatan. Dua unit mesin pompa, 12 roll selang tembak, dua roll selang hisap, dan satu nozzle jet dikerahkan ke lokasi.
"Penanganan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar. Setelah pemadaman, tim juga melakukan pendinginan dan patroli untuk memastikan kondisi lokasi," ucap Agustan.
Selain peralatan teknis, tim mendapat dukungan tiga perahu masyarakat Sebangau untuk menjangkau lokasi kebakaran. Sumber air diambil dari Sungai Sebangau yang berjarak sekitar 60 meter dari titik kebakaran.
Kondisi vegetasi di sekitar lokasi didominasi semak belukar, daun kering, serta sejumlah jenis pepohonan seperti galam, blangiran, dan rasau. Tanah di lokasi terdiri atas tanah mineral dan gambut.
Akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menggunakan kelotok melalui jalur sungai.
"Salah satu kendala yang dihadapi tim adalah akses menuju titik karhutla yang cukup sulit. Petugas harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menggunakan kelotok dari akses sungai menuju lokasi," lanjutnya.
Meski penanganan telah dilakukan, kondisi di lokasi belum sepenuhnya dinyatakan aman. Hingga penanganan berakhir sekitar pukul 16.17 WIB, petugas masih menemukan asap yang keluar dari sejumlah batang kayu.
"Hingga penanganan berakhir sekitar pukul 16.17 WIB, api belum sepenuhnya padam. Petugas masih menemukan asap yang keluar dari sejumlah batang kayu sehingga diperlukan pemantauan dan pendinginan lanjutan," tuturnya.
Agustan menegaskan, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran. Pendinginan lanjutan juga diperlukan pada bagian-bagian yang masih mengeluarkan asap.
"Upaya penanganan dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas di kawasan Tahura Isen Mulang Sebangau Berkah, sekaligus memastikan titik-titik yang telah ditangani benar-benar aman," ungkapnya.