Microsoft Pensiunkan Brand Copilot+ PC dari Laptop Windows

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 26 September 2026 | 10:26:31 WIB
Microsoft resmi menghentikan pemakaian label Copilot+ PC pada laptop Windows.

KALIMANTAN TENGAH — Microsoft resmi menghentikan pemakaian label Copilot+ PC pada laptop Windows, hanya sekitar dua tahun setelah brand tersebut diperkenalkan pada 2024. Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci generasi terbaru jadi produk pertama yang meluncur tanpa menyebut branding itu, meski spesifikasinya masih memenuhi syarat NPU 45 TOPS. Keputusan ini menandai pergeseran cara Microsoft memasarkan fitur AI di perangkat Windows.

Brett Ostrum, CVP Microsoft Surface, mengonfirmasi bahwa Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci terbaru tidak lagi disebut sebagai Copilot+ PC. Kedua perangkat itu tetap memenuhi standar lama untuk kategori tersebut, termasuk kebutuhan NPU 45 TOPS, tetapi Microsoft memilih tidak memakai label itu di materi peluncurannya.

Pernyataan Ostrum kepada Windows Central menegaskan bahwa perusahaan kini lebih menekankan narasi AI di edge computing ketimbang nama kategori perangkat. "Perangkat ini memenuhi semua standar kami sebelumnya untuk perangkat Copilot+ PC. Kami masih menekankan narasi seputar AI di edge computing dan kemampuan untuk memiliki solusi hybrid di luar sana," ujarnya.

Apa Itu Copilot+ PC dan Mengapa Brandingnya Dipensiunkan

Copilot+ PC diperkenalkan Microsoft pada 2024 sebagai label untuk laptop Windows dengan spesifikasi tertentu, terutama NPU berperforma tinggi, agar bisa menjalankan fitur AI eksklusif seperti Recall. Label ini juga identik dengan tombol khusus Copilot di keyboard.

Kedar Kondap, SVP of Compute dan Gaming Qualcomm, menyatakan perangkat dengan pengalaman serupa mungkin tidak akan lagi memakai branding Copilot+ PC. "Tujuan dari Copilot+ PC adalah untuk dapat memberikan pengalaman (NPU). Jadi, tujuannya adalah untuk mendefinisikan kategori perangkat tertentu dengan standar dan metrik tertentu, misalnya NPU 45 TOPS," kata Kondap.

Menurut Kondap, fokusnya kini bergeser ke pengalaman pengguna ketimbang istilah pemasaran. "Jadi, dari perspektif itu, ini lebih tentang menawarkan pengalaman yang sama, mungkin tanpa menggunakan istilah (Copilot+ PC) sekarang," sambungnya.

Masalah yang Membayangi Sejak Awal

Peluncuran Copilot+ PC pada 2024 tidak berjalan mulus. Fitur unggulan Microsoft Recall sempat ditunda karena masalah keamanan dan privasi, yang berdampak pada persepsi publik terhadap kategori ini.

Tombol khusus Copilot di keyboard juga menuai kritik. Microsoft kemudian menambahkan opsi untuk mengubah fungsi tombol tersebut menjadi tombol Control atau Context Menu tanpa perlu jalan pintas tambahan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kompromi setelah pengguna mengeluhkan pemaksaan fitur AI di perangkat baru.

Selama dua tahun terakhir, banyak vendor PC dilaporkan menghapus branding Copilot+ PC dari materi promosi dan nama produk mereka. Ini memperkuat sinyal bahwa label tersebut tidak lagi efektif sebagai alat jual di pasar.

Masa Depan AI di Windows

Perangkat flagship Microsoft berikutnya akan memakai chip Nvidia RTX Spark, yang diklaim membuka era baru AI personal di Windows. Kemungkinan besar, saat perangkat ini diumumkan, Microsoft akan memperkenalkan branding baru untuk menggantikan Copilot+ PC.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan ini tidak memengaruhi fungsi AI yang sudah ada di laptop Windows. Fitur berbasis NPU tetap berjalan selama perangkat memenuhi syarat hardware, terlepas dari ada atau tidaknya label Copilot+ PC di kotak penjualan.

Keputusan Microsoft ini menunjukkan bahwa branding berbasis fitur AI sulit dipertahankan ketika fitur tersebut menjadi standar di hampir semua laptop baru. Pembeli yang mencari laptop untuk kebutuhan AI sebaiknya fokus pada spesifikasi NPU dan dukungan software, bukan pada nama kategori pemasaran.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top