PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy menyebut penghentian sementara operasional sejumlah maskapai di Bandara Tjilik Riwut berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari pengelola bandara. Kebijakan itu diambil untuk menghindari ketidakpastian bagi calon penumpang di tengah kondisi kabut asap yang belum menunjukkan perbaikan.
Data yang dihimpun dari Bandara Tjilik Riwut menunjukkan tiga kelompok maskapai menetapkan batas waktu berbeda. Garuda Indonesia menyetop operasional hingga 26 September, Citilink hingga 27 September, sementara Lion Group hingga 24 September.
Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Andi Wiguna menegaskan status bandara tidak ditutup. Yang terjadi, operasional penerbangan memang tidak ada karena kebijakan masing-masing maskapai.
"Kemungkinan sampai tanggal 26, itu juga masih bisa berubah sewaktu-waktu," tutur Andi.
Ia menekankan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama. Jika jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan bisa mengalami penundaan, pengalihan pendaratan, return to base, maupun pembatalan sesuai keputusan operasional maskapai.
Angkasa Pura Indonesia akan terus memantau kondisi visibility dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Dishub Kalteng menilai langkah penghentian sementara ini sebagai pilihan paling masuk akal di tengah kondisi kabut yang tidak memungkinkan. Yulindra menyatakan maskapai ingin memastikan penumpang mendapat kepastian jadwal.
"Kondisi kabut ini tidak memungkinkan, tujuannya agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi penumpang," jelasnya.
Angkasa Pura Indonesia mengimbau seluruh calon penumpang memantau status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Penumpang yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perubahan jadwal diminta menghubungi maskapai terkait.
Bagi warga Palangka Raya dan sekitarnya yang memiliki jadwal penerbangan dalam sepekan ke depan, pengecekan ulang tiket dan jadwal menjadi langkah wajib. Perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kabut asap karhutla di Kalimantan Tengah.