Amran: 50 Ribu Hektare Lahan Pertanian Kena Kekeringan El Nino

Penulis: Hendra Wijaya  •  Senin, 14 September 2026 | 15:21:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan estimasi 50 ribu hektare lahan pertanian terdampak kekeringan El Nino.

KALIMANTAN TENGAH — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan angka tersebut usai rapat di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (14/9). Menurut dia, lahan yang terdampak terkonsentrasi di wilayah dataran tinggi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

"Kekeringan yang masuk, mungkin sekarang ya, estimasi 50 ribuan hektare. Tapi itu masih posisi aman. Kita lihat dari BPS produksi kita masih aman," kata Amran.

Pompanisasi hingga Sumur Dalam Jadi Andalan

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah agar lahan terdampak tetap produktif. Pompanisasi, irigasi pompa, serta pemanfaatan sumur dalam dan sumur dangkal masuk dalam daftar intervensi utama.

Amran menegaskan El Nino tidak akan mengganggu musim tanam. Penanaman diprioritaskan di wilayah yang sudah memiliki jaringan irigasi.

"Dengan El Nino sekarang, kita fokus tanami daerah irigasi. Yang sudah kita perbaiki irigasi, totalnya semua 3 sampai 4 juta hektare," ujarnya.

Selain infrastruktur air, Kementan menyiapkan benih tahan kekeringan dan metode tanam Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). Dalam sejumlah uji coba, metode itu menghasilkan 8 ton hingga 13 ton per hektare, dengan rata-rata sekitar 10 ton per ha.

Stok Beras 26 Juta Ton Dinilai Cukup 10 Bulan

Perhitungan pemerintah soal ketahanan pangan bertumpu pada tiga sumber cadangan. Standing crop atau tanaman yang masih berdiri di lahan mencapai 3,8 juta ton. Beras di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) serta rumah tangga, ditambah stok di Bulog, melengkapi total yang disebut mencapai 26 juta ton.

"Standing crop ada kurang hampir 4 juta, 3,8 juta. Kemudian, ada beras di horeka, hotel, restoran, dan rumah-rumah seluruh Indonesia. Kemudian, juga ada di Bulog. Totalnya 26 juta ton," kata Amran.

Dengan kebutuhan sekitar 2,6 juta ton per bulan, persediaan itu diperkirakan menutup kebutuhan sekitar 10 bulan. Hitungan tersebut juga memasukkan proyeksi panen puncak pada Maret sehingga pasokan dinilai tetap aman.

Bantuan Benih dan Alsintan untuk Petani Terdampak

Untuk mencegah petani menanggung kerugian akibat kekeringan, pemerintah menyiapkan bantuan benih, alat mesin pertanian, dan pompanisasi. Bantuan diarahkan khusus ke petani yang lahannya terdampak.

"Kita membantu benih. Yang kekeringan langsung kita bantu pengolahan dan benih. Jadi jangan biarkan petani jalan sendiri. Kita ada benih gratis, kemudian alat mesin pertanian gratis, bantu pompanisasi gratis," ujar Amran.

Amran sebelumnya menyebut super El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini berpotensi memicu gagal panen di sejumlah daerah, namun dampaknya diperkirakan terbatas terhadap stok pangan nasional.

Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk penyebaran sekitar 100 ribu pompa di seluruh Indonesia, perbaikan irigasi sekitar 900 ribu hektare, penyediaan benih tahan kekeringan, optimalisasi sekitar 800 ribu hektare lahan rawa, pembukaan lebih dari 200 ribu hektare sawah baru, serta pembangunan embung dan sumur dangkal maupun sumur dalam.

Peringatan BMKG Soal El Nino Kuat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan indikator iklim menunjukkan El Nino berkekuatan kuat dan berpotensi terus menguat. Kondisi itu dapat menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah serta meningkatkan risiko kekeringan dan gagal panen bila tidak diantisipasi.

Bagi pelaku pasar pangan dan petani, yang perlu dicermati adalah sebaran wilayah terdampak, bukan hanya angka totalnya. Lahan di luar jaringan irigasi menjadi titik paling rentan bila penguatan El Nino berlanjut hingga periode tanam berikutnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top